HANKAM

Gerak Cepat Helikopter TNI AU Padamkan Karhutla di Gunung Lawu dan Ceremai

Helikopter Caracal
Helikopter Caracal TNI AU yang dikerahkan untuk memadamkam karhutla di Gunung Ceremai dengan teknik water bombing. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Helikopter TNI Angkatan Udara (TNI AU) bergerak cepat untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di dua lokasi, yakni di kawasan Gunung Lawu, Jawa Tengah dan Wilayah I Taman Nasional Gunung Ceremai, Kuningan, Jawa Barat.

Untuk menangani karhutla di kawasan Gunung Lawu, TNI AU mengerahkan helikopter Super Puma dari Skadron Udara 6, Rabu (21/10). Helikopter dengan nomor registrasi H-3216 itu diawaki oleh Letkol Pnb M. Ravi Rakasiwi.

Baca Juga: Kodam IX/Udayana Lantik 249 Prajurit Remaja TNI AD, Resmi Sandang Pangkat Serda

Sementara itu, Helikopter EC-725/H225M Caracal mengudara menuju lokasi karhutla di Gunung Ceremai, Jumat (23/10). Helikopter tersebut berasal dari Skadron Udara 8 dan diawaki oleh Mayor Pnb Apriandani serta Kapten Pnb M. Falah A.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Feri Yunaldi menjelaskan, pengerahakan dua helikopter itu bertujuan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.

Teknik water bombing
Teknik water bombing yang dilakukan oleh Helikopter Super Puma TNI AU untuk memadamkan karhutla di Gunung Lawu. (Foto: Dok. Dispenau)

“Pengerahan helikopter ini merupakan bagian dari upaya penanggulangan karhutla melalui dukungan operasi udara, khususnya di kawasan dengan medan yang menyulitkan penanganan dari darat,” jelas Feri dikutip dari siaran pers Dispenau, Senin (26/10).

Baca Juga: BNL-250, Bom Udara Karya Anak Bangsa yang Raih Penghargaan di Tingkat ASEAN

Dalam pelaksanaannya, kedua helikopter menggunakan teknik water bombing, yaitu teknik pemadaman kebakaran hutan dan lahan dari udara dengan cara menjatuhkan air atau bahan kimia pemadam dalam jumlah besar.

Untuk mendukung teknik tersebut, helikopter dilengkapi dengan bambi bucket, yakni kantong air raksasa yang digantung di bawah badan helikopter untuk mengangkut air.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.