HANKAM

Gelar Space SMEE dengan HING, TNI AU Perkuat Fondasi Satuan Antariksa

Space Subject Matter Expert Exchange
Space Subject Matter Expert Exchange (SMEE) yang digelar oleh TNI AU bersama HING di Jakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) memperkuat fondasi satuan antariksa dengan menggelar Space Subject Matter Expert Exchange bersama Hawaii Air National Guard (HING) di Jakarta sejak 29 Juli hingga 1 Agustus 2025.

Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran persnya yang dikutip Minggu (3/8) menjelaskan, forum tersebut sejalan dengan visi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono dalam membentuk satuan Antariksa TNI AU dengan kemampuan Space Situational Awareness (SSA) dan Space Domain Awareness (SDA).

SSA merujuk pada kemampuan untuk mendeteksi, melacak, dan memahami berbagai objek serta aktivitas di ruang angkasa, seperti satelit dan serpihan antariksa.

Baca Juga: Marsma TNI Fajar Adriyanto Meninggal Dunia dalam Insiden Pesawat Latih Sipil

Space Subject Matter Expert Exchange
Delegasi TNI AU dan HING yang menghadiri Space Subject Matter Expert Exchange (SMEE). (Foto: Dok. Dispenau)

Sementara SDA mencakup pemahaman strategis atas dampak dan potensi ancaman dari ruang angkasa terhadap pertahanan nasional, serta kesiapan untuk merespons secara adaptif.

Dengan demikian, forum ini menjadi langkah konkret bagi TNI AU dalam membangun postur kekuatan antariksa yang adaptif, unggul.

“Melalui SMEE ini, TNI AU menegaskan komitmennya untuk hadir di garis depan kesiapsiagaan ruang angkasa, memperkuat pertahanan nasional, dan menjawab tantangan global berbasis teknologi tinggi secara adaptif dan berkelanjutan,

Sebanyak sembilan perwira TNI AU ambil bagian dalam forum ini sebagai bagian dari peningkatan kualitas SDM calon pengawak satuan antariksa.

Baca Juga: Aksi Bela Palestina, Menlu Sugiono: Kalian Akan Selalu Diperjuangkan Indonesia

Kesembilan perwira itu adalah Kolonel Pnb Dharma T. Gultom, Letkol Lek Hendri Himawan T., Letkol Pnb Ripdho Utomo, Letkol Tek Y. H. Yogaswara, dan Letkol Lek Rizan Fadli.

Kemudian, terdapat nama Letkol Tek Bondhan Firmanto, Mayor Lek Okky Daulay, Mayor Pnb Enggal Augusendy, dan Kapten Pnb Febriarto Dwi Nugroho.

Sementara itu, delegasi HING dipimpin oleh Colonel Mariko Boone. Mereka berbagi pengalaman dari United States Space Force (USSF) serta memberikan masukan strategis selama forum berlangsung. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.