Gelar Peninjauan Kurikulum Pendidikan, Dirdik Kodiklatad Sebut Perlu Sinkronisasi Kebijakan dan Operasional

Jakarta, IDM – Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Kodiklatad) menggelar rapat mengenai rencana garis besar peninjauan kurikulum pendidikan di Kodiklatad, Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/4).
Dirdik Kodiklatad, Brigjen TNI Tarunajaya mengatakan, sinkronisasi antara Ketua Koordinator Pengendali pendidikan (Katdaldik) pada tingkat kebijakan dan operasional adalah hal yang utama.
Baca Juga: Rangkaian Pelatihan Komcad ASN Dimulai 13 April, 2.000 ASN Disebar ke Enam Lemdik Militer
“Agar berjalan selaras dan saling mendukung,” ujar Tarunajaya dilansir dari Penerangan Kodiklatad.
Ia menambahkan agar seluruh unsur yang terlibat dalam peninjauan kurikulum pendidikan dijalankan dengan optimal dan berpedoman pada aturan yang berlaku.
Peninjauan kurikulum pendidikan diadakan dengan tujuan memberikan gambaran yang komprehensif kepada para pimpinan Kodiklatad agar lebih sistematis dan sesuai kebutuhan organisasi.
Diharapkan peninjauan kurikulum pendidikan tahun anggaran 2026 dapat menghasilkan penyempurnaan yang tepat sasaran serta mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan TNI AD. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































