HANKAM

Gelar Pasukan di Cilandak, Pangkormar Cek Marinir yang Mau Dikirim Latihan Perang ke Hawaii

Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi
Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi memeriksa langsung kesiapan fisik dan perlengkapan perorangan prajurit Marinir di Cilandak, Jakarta, sebelum bertolak menuju Hawaii untuk latihan perang RIMPAC 2026. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi memeriksa langsung kesiapan pasukan baret ungu di Cilandak, Jakarta, Rabu (17/6). Pemeriksaan ini menjadi bagian dari persiapan final sebelum para prajurit bertolak menuju Hawaii, Amerika Serikat.

Sebanyak 35 prajurit pilihan Korps Marinir masuk ke dalam Satuan Unsur Tugas Marinir untuk mengikuti latihan perang maritim internasional terbesar di dunia, Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026. Di hadapan barisan pasukan, Endi menegaskan misi luar negeri ini mengemban tanggung jawab besar untuk membawa kehormatan TNI AL dan bangsa Indonesia di panggung global.

Endi menyebut ajang dua tahunan tersebut berfungsi sebagai momentum strategis pertahanan. Pasukan Marinir akan menguji kemampuan operasi amfibi atau pendaratan amfibi, operasi laut, komunikasi taktis, hingga taktik operasi gabungan bersama militer negara sahabat.

Baca Juga: Kenapa Marinir Masukkan Materi Pertanian-Ekonomi di Latihan Komcad Manajer Merah Putih?

"Keikutsertaan dalam RIMPAC merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Seluruh peserta harus menunjukkan profesionalisme, ketangguhan, disiplin, serta kemampuan bekerja sama dengan pasukan dari berbagai negara," ujar Endi, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (19/6).

Rampungkan Gemblengan Fisik dan Taktik Tempur

Sebelum mengikuti gelar pasukan, puluhan prajurit Marinir telah melahap masa penggemblengan intensif selama dua pekan di dalam negeri. Asisten Operasi (Asops) Pangkormar Brigjen (Mar) Arif Rahman Hendrata Anggoro Jati membuka langsung masa karantina latihan pendahuluan tersebut sejak awal Juni.

Korps Marinir
Sebanyak 35 prajurit pilihan Korps Marinir berbaris saat gelar pasukan Satuan Unsur Tugas RIMPAC 2026 di Lapangan Apel Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta, Rabu (17/6). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Selama 14 hari di Cilandak, pasukan menggenjot ketangkasan fisik dan taktik tempur jarak dekat. Salah satu menu ekstrem yang wajib mereka kuasai adalah teknik fast rope, yaitu kemampuan peluncuran atau turun cepat dari helikopter dengan menggunakan tali.

Komandan Unsur Tugas Marinir Letkol (Mar) Huda Prawira Soemarto menjelaskan, taktik meluncur cepat dari udara ini berguna untuk skenario serangan kilat. Pasukan menerapkan teknik ini untuk menyusup ke daerah sasaran yang sulit ditembus lewat jalur darat, termasuk misi pembebasan sandera dan pengamanan objek vital. Perwira Staf Logistik RIMPAC 2026 Kapten (Mar) Fransiskus Ramliani mengawasi simulasi ini demi memenuhi prosedur operasi standar internasional.

Baca Juga: Marinir Pangkas Latihan Komcad Manajer Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih jadi 1,5 Bulan

Tantangan Tempur Hutan Menanti di Amerika Serikat

Puluhan prajurit Marinir yang terlibat dalam misi internasional ini dijadwalkan bertolak menuju Hawaii pada 22 Juni mendatang. Selain mengirim barisan infanteri Marinir, Indonesia mendelegasikan Letkol Laut (P) Eko Triyatomo selaku Komandan Satgas RIMPAC 2026 bersama Kapten Laut (P) Suhari Rumalean untuk mengisi posisi staf darat sebagai pengendali latihan.

Para prajurit Indonesia akan menghabiskan waktu selama 38 hari di Amerika Serikat. Mereka bakal bergabung dengan personel militer dari sekitar 30 negara peserta untuk meningkatkan interoperabilitas atau kemampuan kerja sama taktis antarpasukan global secara terpadu.

Sejumlah menu latihan berat dengan intensitas tinggi sudah menanti pasukan Marinir di Hawaii. Mereka dijadwalkan melahap serangkaian materi luar ruangan, mulai dari taktik pertempuran hutan, menembak jitu, serangan mortir, hingga simulasi profil misi penuh untuk menguji doktrin militer kedaulatan laut.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.