Gelar Latihan Terjun Wingsuit, Kopasgat TNI AU Asah Kemampuan Manuver Udara Prajurit

Jakarta, IDM – Sejumlah prajurit Kopasgat TNI AU melaksanakan latihan terjun payung wingsuit tahap II selama sepekan di Pangkalan Udara Atang Sendjaja Bogor, sejak Rabu (13/11) dan berakhir pada Rabu (20/11).
Mengutip keterangan dari instagram @kopasgat_tniau pada Kamis (21/11), upacara penutupan latihan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Wing Komando I Kopasgat, Kolonel Pas Helmi A. Nange di Lapangan Wing Komando I Kopasgat, Jakarta.
Nange selaku komandan latihan menjelaskan agenda ini adalah program lanjutan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan terbang bebas dengan terjun wingsuit.
Baca Juga: Prioritas Desk Gabungan Berantas Judol, Blokir Sistematis Hingga Kejar TPPU ke Luar Negeri
"Para peserta dilatih untuk menguasai teknik manuver di udara, pengendalian arah, dan pendaratan presisi," kata Nange.
Selain itu, Nange menegaskan latihan ini digelar untuk mendukung sejumlah tugas operasional khusus TNI AU, salah satunya infiltrasi udara di medan yang sulit dijangkau.
"Kemampuan terjun payung wingsuit yang telah dilatihkan bukan hanya sekedar keterampilan, tetapi juga bagian dari pengembangan taktik dan strategi kita dalam mendukung operasi khusus di berbagai medan," sambungnya.
Baca Juga: Profil Kolonel Benrieyadin, Anak Menhan Sjafrie yang Jabat Danbrigif 17
Adapun wingsuit merupakan varian dari olahraga terjun payung di mana peterjun tidak menggunakan parasut untuk melakukan aksinya. Namun, mereka mengenakan pakaian khusus seperti kelelawar dengan sayap di bagian kanan dan kiri.
Latihan yang dilakukan oleh belasan personel Kopasgat TNI AU berhasil digelar atas dukungan skadron Udara 6 dan Skadron Udara 8 yang bergerak di bawah naungan Wing Udara 4.
Selama latihan, para personel dilatih oleh dua instruktur terjun wingsuit dunia dari Australia, yakni Dixon Benedict dan Tahi-Paul. Seluruh peterjun yang dilatih dinyatakan lulus dan bersertifikat. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































