HANKAM

Gelar FPC, TNI AU-RAAF Bahas Persiapan Akhir Jelang Latma Elang Ausindo 2025

Delegasi TNI AU dan RAAF.
Delegasi TNI AU dan RAAF yang mengikuti FPC jelang Latma Elang Ausindo 2025. (Foto: Dok. Instagram @lanud_roesmin_nurjadin)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) bakal menggelar latihan bersama (latma) Elang Ausindo pada Agustus 2025.

Sebagai salah satu tahap persiapan akhir, kedua angkatan udara menggelar Final Planning Conference (FPC) pada 10 hingga 12 Juni 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

“Konferensi ini bertujuan untuk menyempurnakan seluruh aspek teknis dan taktis latihan. Rangkaian kegiatan FPC meliputi paparan, diskusi kelompok, serta survei lapangan guna memastikan kesiapan infrastruktur latihan,” tulis Penerangan Lanud Roesmin Nurjadin dikutip dari instagram @lanud_roesmin_nurjadin, Sabtu (14/6).

Baca Juga: Koopsud II Perkuat Kesiapan Operasi Udara Lewat Latihan Sikatan Daya 2025

Dalam pertemuan tersebut, delegasi TNI AU dipimpin oleh Komandan Wing Udara 6 Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar. Ia menyoroti pentingnya kontribusi aktif kedua delegasi dalam menyempurnakan skenario latihan.

“Latihan Elang Ausindo tidak hanya memperkuat kemampuan operasional tetapi juga mempererat persahabatan Indonesia-Australia,” ungkap Danwing Udara 6.

Delegasi TNI AU dan RAAF.
Ketua delegasi TNI AU dan RAAF saat FPC Latma Elang Ausindo 2025. (Foto: Dok. Instagram @lanud_roesmin_nurjadin)

Sementara itu, Group Captain Ben Cullen sebagai ketua delegasi RAAF mengapresiasi hubungan pertahanan kedua negara yang telah terjalin dengan baik dan latihan bersama ini dapat mempertahankan kerja sama dan koordinasi yang lancar.

Baca Juga: KSAL Bertemu Delegasi 6 Negara di Indo Defence, Bahas Operasi hingga Pemeliharaan Alutsista

Menilik sejarah pelaksanaan latma ini, TNI AU dalam laman resminya menjelaskan, Latihan Elang Ausindo 2025 memiliki nilai histori tersendiri lantaran menjadi latihan ketiga yang digelar di Pulau Sumatera, setelah sebelumnya dilaksanakan pada 1993 dan 1994.

“Latihan pertama pada 1993 berlangsung di Lanud Soewondo, yang saat itu masih bernama Lanud Medan. Hal ini menunjukkan kesinambungan kerja sama strategis antara Indonesia dan Australia di bidang pertahanan udara,” jelas TNI AU.

Hal historis lainnya dalam Latma Elang Ausindo 2025 yaitu, pesawat tempur F-35 milik RAAF untuk pertama kalinya akan melaksanakan latihan di Lanud Roesmin Nurjadin. Sementara itu, TNI AU akan mengerahkan pesawat tempur F-16 sebagai bagian dari skenario latihan. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.