Gantikan Mayjen Yudha, Brigjen Riyanto Kini jadi Panglima Koops TNI Habema

Jakarta, IDM – Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Riyanto kini menjadi Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, menggantikan Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Yudha Airlangga.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Arya Arthadiguna mengatakan, Brigjen Riyanto resmi menjadi Pangkoops Habema per 25 Agustus 2026.
Baca Juga: TNI AD Turunkan Personel Redam Aksi Penyerangan Mapolres Sumba Barat
“25 Agustus (Brigjen Riyanto resmi menjadi Pangkoops Habema,” kata Wirya saat dikonfirmasi Indonesia Defense Magazine (IDM), Rabu (16/9).
Brigjen Riyanto sebelumnya menjabat Wakil Panglima Koops TNI Habema saat Mayjen Yudha memimpin Koops TNI Habema per April 2026.
Baca Juga: Kapal Induk Garibaldi Masuk Perairan Batam, Bakal Latihan Bareng 2 KRI
Selanjutnya, Mayjen Yudha kini fokus menjabat Komandan Komando Operasi Khusus (Kopssus) TNI.
Adapun Brigjen Riyanto pernah menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 051/Wijayakarta pada Kodam Jaya dan Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































