HANKAM

Gandeng Jerman, KSAL Sepakati Peningkatan Latihan Bersama hingga Riset Maritim

Muhammad Ali dan Ralf Beste
KSAL Laksamana Muhammad Ali saat menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste di Jakarta, Rabu (28/1). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali terus bermanuver memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Ia baru saja menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste di Jakarta, Rabu (28/1).

Pertemuan ini menyoroti hubungan bilateral kedua negara yang kian erat. Diskusi tidak hanya menyentuh sektor ekonomi, tetapi melebar hingga ke isu krusial seperti riset teknologi, kesehatan, dan penguatan industri pertahanan.

Baca Juga: Proses Seleksi Prajurit TNI AD, Jenderal Maruli: Harus Bersih dari Pungutan Liar

"Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya TNI AL dalam memperkuat diplomasi pertahanan serta meningkatkan kerja sama bilateral antara negara sahabat," tegas Ali, dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (29/1).

Dalam tatap muka tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk tancap gas dalam kerja sama operasional. Ali dan Beste berkomitmen meningkatkan intensitas latihan bersama. Langkah ini dinilai vital untuk merespons dinamika keamanan maritim yang semakin sulit diprediksi.

Tak hanya soal latihan tempur, pengembangan sumber daya manusia (sdm) juga menjadi prioritas. Kedua negara sepakat memperkuat sektor pendidikan dan pelatihan untuk mencetak prajurit yang siap menghadapi tantangan global.

Baca Juga: Longsor Cisarua, Pusgeosau Kerahkan Drone Kumpulkan Data Geospasial di Lokasi Bencana

Selain itu, Ali secara khusus memberikan apresiasi atas kesuksesan Navy to Navy Staff Talks yang telah berlangsung di Jerman pada Agustus 2025 lalu.

Sebagai tindak lanjut nyata, TNI AL siap mengambil peran lebih besar. Kedua pihak menyepakati Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Navy to Navy Staff Talks yang kedua pada 2026. Ajang ini akan menjadi wadah strategis bagi angkatan laut kedua negara untuk menyusun langkah konkret ke depan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.