Gandeng AirNav Indonesia, TNI AU Tingkatkan Keselamatan dan Pertahanan Ruang Udara Indonesia

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) menjalin kerja sama dengan AirNav Indonesia untuk meningkatkan keselamatan dan pertahanan di ruang udara Indonesia, serta memberikan layanan navigasi penerbangan yang prima.
Sejalan dengan tujuan tersebut, kerja sama ini sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergisitas kedua organisasi dalam pengelolaan ruang udara Indonesia sehingga tercapai standar keselamatan dan keamanan ruang udara yang tinggi.
Baca Juga: Pimpin Sertijab Dansatkomlek dan Kapusinformar, Ini Pesan Panglima TNI
Kerja sama tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahamanan (Memorandum of Understanding) yang dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan Direktur Utama (Dirut) AirNav Indonesia Polana B. Pramesti di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Kamis (15/6).

Kerja sama ini meliputi layanan navigasi untuk penerbangan sipil di bandara dan pangkalan udara militer serta ruang udara militer di bawah kewenangan TNI AU.
Baca Juga: Laporan Kenaikan Pangkat, 5 Perwira Tinggi TNI AU Menyandang Pangkat Baru
"Selain itu, fokus kerja sama antara TNI AU dan AirNav Indonesia juga meliputi pelatihan serta pengembangan kompetensi personel kedua belah pihak, pengelolaan sistem pertahanan udara nasional dalam bentuk Military Civil Coordination (MCC) dan Ground Control Interception (GCI) dalam operasi penegakan hukum di wilayah udara NKRI," tulis TNI AU. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































