HANKAM

Formation Flight, Momen KSAU-CAF RAAF Mengudara dengan Pesawat T-50i Golden Eagle dan F/A-18 Hornet

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono (kiri) dan CAF RAAF Air Marshal Stephen Chappell (kanan) sebelum menjalani flight formation dengan pesawat T-50i Golden Eagle dan F/A-18 Hornet. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Langit Darwin menjadi saksi formation flight yang dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono bersama Chief of Air Force (CAF) Royal Australian Air Force (RAAF) Air Marshal Stephen Chappell, Selasa (4/8).

Marsekal Tonny mengudara dengan pesawat T-50i Golden Eagle TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang diterbangkan oleh Letkol Pnb Agung Sujatmiko, sementara CAF RAAF menggunakan F/A-18 Hornet.

Baca Juga: Menhan, Wapang TNI hingga Dua Kepala Staf Angkatan Terima Tiga Brevet Korps Marinir

Formation flight tersebut mencerminkan soliditas serta eratnya hubungan pertahanan yang terjalin di antara TNI Angkatan Udara dan RAAF. “Terbang bersama dalam satu formasi merupakan simbol sederhana, tetapi memiliki makna yang kuat tentang kepercayaan antara angkatan udara kedua negara," kata Tonny dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Rabu (5/8).

Flight formation
Flight formation KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono dan CAF RAAF Air Marshal Stephen Chappell dengan pesawat T-50i Golden Eagle dan F/A-18 Hornet. (Foto: Dok. Dispenau)

Momentum tersebut sekaligus menegaskan komitmen kedua angkatan udara untuk terus memperkuat interoperabilitas serta kemitraan strategis guna menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga: Menhan Sjafrie: Latihan Terintegrasi TNI akan Dilakukan Dua sampai Tiga Kali dalam Setahun

Formation flight tersebut bertepatan dengan kunjungan kerja KSAU yang meninjau langsung pelaksanaan latihan Pitch Black 2026 di Darwin Australia, Senin (3/8). Pitch Black merupakan salah satu latihan matra udara terbesar di kawasan Indo-Pasifik yang mempertemukan berbagai angkatan udara dalam skenario operasi udara gabungan yang kompleks dan realistis. Latihan tersebut digelar oleh Angkatan Udara Australia dengan melibatkan angkatan udara dari 20 negara.

Bagi TNI AU, Pitch Black menjadi sarana untuk memperluas pengalaman operasional, meningkatkan kemampuan operasi udara, sekaligus mengasah kesiapan personel dalam menghadapi berbagai dinamika operasi udara modern yang terus berkembang. Dalam keikutsertaannya tahun ini, TNI AU dilaporkan mengerahkan lima pesawat tempur T-50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15 beserta 95 personel pendukung lainnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.