Fighter Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Latihan Terbang Malam

Jakarta, IDM - Para penerbang tempur (fighters) Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar menggelar latihan terbang malam, Senin (20/2).
Pesawat yang dikerahkan dalam latihan kali ini adalah pesawat Sukhoi Su-27/30 yang dioperasionalkan oleh Skadron Udara 11.
Melansir informasi dalam akun Instagram Skadron Udara 11, @sq11official, Selasa (21/2), dijelaskan bahwa latihan ini digelar sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan (profisiensi) para penerbang tempur (fighter) dalam melaksanakan misi penerbangan di malam hari. Untuk itu, latihan ini digelar secara periodik.

Selain profisiensi, secara umum, penyelenggaraan latihan terbang malam bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme penerbang dan kesiapan seluruh ground crew. Dengan demikian diharapkan mereka dapat mengantisipasi setiap ancaman dan gangguan yang berpotensi terjadi kapan pun.
Baca: Lima Penekanan Pangkoarmada III Saat Buka Latihan Sea Survival
Sebagai contoh, pelanggaran wilayah udara oleh pihak lain, baik yang datang pada waktu siang, maupun malam hari. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































