HANKAM

F-16 TNI AU Unjuk Manuver Taktis dan Hantam Target dengan Presisi di Latopslagab

Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon
Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon yang dikerahkan oleh TNI AU dalam Latihan Operasi Laut Gabungan di perairan Karimun Jawa. (Foto: Dok. Instagram @grup_3_tempur_koopsau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan tiga pesawat tempur F-16 Fighting Falcon untuk melaksanakan manuver taktis berpresisi tinggi dalam misi Operasi Udara Lawan Laut (OULL) pada rangkaian Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) di perairan Karimun Jawa, Jawa Tengah, Kamis (23/4).

Latopslagab tidak hanya menjadi ajang pengujian kemampuan teknis, tetapi juga berfungsi sebagai sarana demonstrasi kekuatan nyata (show of force) yang menegaskan daya tangkal TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga: Dari Gallipoli ke Ambon, Jejak Sejarah Hari ANZAC yang Tetap Terjaga di Maluku

Dalam latihan terpadu tersebut, tiga pesawat dari jajaran Grup 3 Tempur sukses melaksanakan pengeboman menggunakan munisi MK-12 dengan akurasi tinggi dan tepat mengenai sasaran. Capaian itu menegaskan profesionalisme para penerbang TNI Angkatan Udara, sekaligus menunjukkan kapabilitas mereka daam aspek ketepatan sasaran serta kecepatan reaksi di medan operasi.

KRI Silas Papare – 386
KRI Silas Papare – 386 yang dikerahkan oleh TNI AL dalam Latihan Operasi Laut Gabungan di perairan Karimun Jawa. (Foto: Dok. Instagram @grup_3_tempur_koopsau)

“Aksi tersebut tidak hanya menegaskan kapabilitas tempur TNI AU, namun juga mencerminkan interoperabilitas yang kuat antara kekuatan udara dan laut dalam satu kesatuan operasi gabungan,” demikian pernyataan Grup 3 Tempur, yang diunggah melalui Instagram @grup_3_tempur_koopsau, Sabtu (25/4).

Baca Juga: F-16 TNI AU Unjuk Manuver Taktis dan Hantam Target dengan Presisi di Latopslagab

Selain itu, keberhasilan misi OULL yang dilakukan oleh jajaran Grup 3 Tempur menjadi bukti nyata kesiapan operasional TNI AU, sekaligus menunjukkan keunggulan sumber daya manusia (SDM) serta alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU dalam menghadapi spektrum ancaman modern yang semakin kompleks. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.