HANKAM

Evaluasi Kerja Sama Teknik Militer dengan Rusia, Kemhan Tekankan Pengadaan Alutsista Harus Cakup Alih Teknologi dan MRO

Pertemuan Komisi Antarpemerintah Indonesia-Rusia
Indonesia dan Rusia menggelar pertemuan ke-17 Komisi Antarpemerintah Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Teknik Militer atau Intergovernmental Commission on Military-Technical Cooperation (MTC). (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI bersama Rusia mengadakan pertemuan ke-17 Komisi Antarpemerintah Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Teknik Militer atau Intergovernmental Commission on Military-Technical Cooperation (MTC) di kantor Kemhan RI, Jakarta Pusat, Selasa (13/10).

Pertemuan tersebut merupakan forum bilateral strategis untuk mengevaluasi perkembangan kerja sama teknik militer kedua negara, sekaligus membahas peluang penguatan kemitraan di bidang pertahanan dan industri pertahanan.

Baca Juga: Bareskrim Tetapkan 232 Tersangka Karhutla, 25.600 Hektare Lahan dalam Perkara Korporasi

Forum dibuka Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan RI Laksamana Muda TNI Sri Yanto, yang mewakili Sekretaris Jenderal Kemhan RI Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo.

Dalam amanat Sekjen Kemhan yang dibacakan oleh Dirjen Pothan, ditekankan bahwa Indonesia memberikan perhatian khusus pada pengembangan industri pertahanan nasional melalui peningkatan kemampuan teknologi, penguatan kapasitas industri, dan kemitraan internasional yang berkelanjutan.

“Indonesia memberikan perhatian khusus pada kerja sama industri yang berkontribusi terhadap pengembangan industri pertahanan nasional dan peningkatan kemampuan teknologi,” kata Laksda Sri Yanto.

Lebih lanjut, Kemhan juga menekankan pentingnya pengembangan kerja sama yang tidak hanya berorientasi pada pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga mencakup alih teknologi (transfer of technology), produksi berlisensi, serta penguatan kemampuan pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (MRO).

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung kemandirian industri pertahanan nasional yang keberlanjutan dan kesiapan operasional alutsista TNI.

Baca Juga: Kemhan: “Drone” Siluman Kizilelma dari Turkiye Masih Penjajakan

Sementara itu, Deputy Director Federal Service for Military-Technical Cooperation (FSMTC) Federasi Rusia Mikhail Vladimirovich Petukhov menegaskan komitmen Rusia untuk terus mengembangkan hubungan kerja sama teknik militer yang memiliki akar sejarah panjang dengan Indonesia.

Pertemuan MTC Ke-17 yang berlangsung pada 13-15 Oktober 2026 ini mengagendakan pembahasan antarlembaga pemerintah dan jajaran TNI, pemaparan perkembangan kerja sama teknik militer, serta pertemuan bisnis antarpelaku industri pertahanan Indonesia dan Rusia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.