HANKAM

Empat Perwira TNI AU Rampungkan Pendidikan Keamanan Antariksa di AS

DKI APCSS.
Empat perwira TNI AU yang berhasil menyelesaikan pendidikan Comprehensive Security Cooperation dalam bidang Space Security di Daniel K. Inouye Asia-Pacific Center for Security Studies (DKI APCSS), Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Empat perwira TNI Angkatan Udara (TNI AU) berhasil merampungkan pendidikan Comprehensive Security Cooperation dalam bidang Space Security di Daniel K. Inouye Asia-Pacific Center for Security Studies (DKI APCSS), Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat (AS).

Keempat perwira itu adalah Letkol Pnb Dharma T. Gultom (Kadisops Lanud Iswahjudi); Letkol Lek Hendri Himawan T (Kasikomdata UAV/PTTA Subdis UAV/PTTA Diskomlekau); Mayor Lek Okky Daulay (Kasikom Subdepkom Deplek AAU); serta Kapten Pnb Enggal Augusendy (Danflightlat Skadron Udara 27).

Baca Juga: Sensasi Mudik Gratis di Kapal Perang, Bisa Nikmati Senja dan Salat di Hanggar Helikopter

Melansir keterangan Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Jumat (28/3), keikutsertaan perwira TNI AU dalam pendidikan di AS merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono dalam rencana pembangunan Satuan Antariksa TNI AU yang memiliki kapabilitas Space Situational Awareness (SSA) dan Space Domain Awareness (SDA).

“Harapannya, peningkatan pemahaman terhadap keamanan ruang angkasa, termasuk ancaman terhadap sistem keantariksaan serta aspek hukum dalam pengelolaannya, dapat mendukung kesiapan TNI AU dalam menghadapi tantangan di domain Antariksa,” sambung Dispenau.

DKI APCSS.
(Foto: Dok. Dispenau)

Dengan kemampuan personel yang semakin berkembang, TNI AU semakin siap menjaga pertahanan udara nasional sekaligus menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi dan dinamika strategis global yang terus berkembang.

Baca Juga: Mudik Gratis Naik Kapal Perang, TNI AL: Kapal Ini Punya Rakyat, Bukan Punya Kami

Selain itu, keterlibatan perwira TNI AU dalam program ini membuka peluang untuk memperkuat kerja sama dan menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai pakar keantariksaan, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas, keamanan, dan keseimbangan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik.

Program pendidikan di AS ini juga turut diikuti oleh 80 peserta dari 35 negara lainnya. Pendidikan terbagi ke dalam tiga konsentrasi, yaitu Keamanan Keantariksaan (Space Security), Keamanan Siber (Cyber Security), dan Keamanan Maritim (Maritime Security). (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.