Empat Perwira TNI AU Dalami Perkembangan Kerja Sama hingga Operasi Militer lewat JOCF 2026

Jakarta, IDM – Empat perwira TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengikuti Junior Officer Collaboration Forum (JOCF) 2026 untuk mendalami pemahaman mengenai kerja sama pertahanan Indonesia–Australia, perkembangan operasi militer, serta rencana kolaborasi kedua negara dan mitra lainnya.
Keempat perwira TNI AU tersebut adalah Kapten Pnb Richard Luxcy Susanto, Kapten Pnb Adiesca Setiya Hutama Sastra, Kapten Nav (W) Eveline Putri Indahsari, dan Kapten Tek (W) Vina Nurwidya Ramadhanty. Mereka bergabung dengan personel militer Indonesia dan Australia dari tiga matra, yakni angkatan darat, laut, dan udara.
JOCF berlangsung dalam dua tahap, yakni pada 27 September–4 Oktober 2026 di Australia dan pada 5–10 Oktober 2026 di Yogyakarta. Pada dasarnya, forum tersebut diselenggarakan untuk memperkuat interoperabilitas, kepemimpinan, dan pemahaman lintas budaya di antara personel militer Indonesia dengan Australia.
Baca Juga: Hari Pertama Bertugas, KSAD Tandyo Pimpin Sertijab dan Alih Kodal Enam Korem
Selama forum, para peserta mempelajari berbagai materi, antara lain cultural intelligence, sejarah hubungan militer Indonesia–Australia, pembentukan karakter dan kepemimpinan psikologis, serta peran TNI dalam strategi pertahanan negara berdasarkan 11 Prinsip Kepemimpinan TNI.

Pembelajaran juga dilakukan melalui diskusi interaktif dalam sesi bertajuk Bridging Horizons dan Understanding Australia, Understanding Each Other. Kedua sesi tersebut ditujukan untuk memperluas perspektif peserta sekaligus mempererat hubungan antarpersonel kedua negara.
Selain itu, peserta turut mengembangkan kemampuan analisis dan pemecahan masalah melalui studi kasus kelompok dengan menerapkan 11 Prinsip Kepemimpinan TNI. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengasah kemampuan kepemimpinan dan bekerja sama dalam lingkungan multinasional.
Baca Juga: Empat Komandan Lanud Tipe A Berganti, Ini Daftar Pejabat Barunya
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Feri Yunaldi mengatakan, partisipasi empat perwira tersebut diharapkan dapat meningkatkan wawasan strategis, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kesiapan berkolaborasi dalam lingkungan multinasional.
“Hal ini menjadi bagian dari upaya TNI AU membangun sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan berwawasan global guna mendukung penguatan kerja sama pertahanan Indonesia–Australia,” jelas Feri, dikutip dari siaran pers Dispenau, Jumat (16/10).
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































