Empat Penerbang TNI AU Bakal Jalani Fase Initial Operation Experience A400M di Indonesia

Jakarta, IDM – Empat penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU) dijadwalkan menjalani fase Initial Operation Experience (IOE) A400M di Indonesia setelah merampungkan pelatihan di International Training Center (ITC) Airbus, Sevilla, Spanyol.
Hal tersebut diungkap oleh salah satu penerbang yakni Mayor Pnb Riki Sihaloho. Ia ditemui oleh sejumlah wartawan setelah acara serah terima pesawat A400M dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (3/11).
Kemudian, secara simbolis, A400M diserahkan kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono sebagai penanggung jawab operasional matra udara.
Baca Juga: TNI Buka Posko Kesehatan dan Bantu Cari Korban Banjir-Longsor di Nduga Papua Pegunungan
“Nanti akan dilanjutkan di sini, di (Lanud) Halim Perdanakusuma dengan ditemani oleh pilot langsung dari Airbus, melaksanakan Initial Operation Experience (IOE). Jadi, ditemani untuk melaksanakan real (penerbangan) dengan menggunakan pesawat A400M kurang lebih 30 hari kerja, kurang lebih 120 jam sampai 130 jam dengan menggunakan pesawat real,” jelas Mayor Pnb Riki.
Selain Riki, tiga penerbang lainnya adalah Letkol Pnb Putut Satriya, Mayor Pnb Fathir M. Hadid, dan Kapten Pnb Indra Kusuma N. Secara umum, keempatnya telah menjalani fase pelatihan di Spanyol sejak 16 Juli 2025.
Tahapan pelatihan yang mereka ikuti mencakup Computer-Based Training (CBT), Flight Training Devices (FTD), Full Flight Simulator (FFS), Crew Resource Management (CRM), Mission Planning and Restitution System (MPRS) dan Type Rating Course.

“Kalau untuk menerbangkan pesawat A400 sendiri, kita di Spanyol hanya pelatihan simulator. Jadi, type rating, kita belum ada real terbang menggunakan A400. Jadi, kita sudah melaksanakan simulator kurang lebih 200 jam, CBT (Computer Based Training), 100 jam,” tutur Riki.
Jajaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU semakin kokoh dengan hadirnya pesawat angkut produksi Airbus A400M.
Baca Juga: 255 Perwira TNI Lulus Pendidikan Seskoad
Kedatangan pesawat dengan nomor registrasi A-4001 itu merupakan bagian dari realisasi kontrak pengadaan dua pesawat yang ditandatangani pada November 2021 untuk memperkokoh kekuatan angkutan strategis TNI AU.
“Pesawat A400M dikenal memiliki kemampuan ganda (strategis dan taktis), mampu mengangkut muatan hingga 37 ton, atau 116 personel," tulis Kementerian Pertahanan dalam laman resminya, dikutip Selasa (4/11).
Pesawat yang sama juga dapat dikonfigurasi untuk misi Evakuasi Medis (MEDEVAC) dan dilengkapi kemampuan pengisian bahan bakar di udara (Air-to-Air Refuelling) (AAR) untuk difungsikan sebagai pesawat tanker, yang akan memperluas jangkauan operasi pesawat tempur TNI AU. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































