Empat Pamen TNI AU Rampungkan Pendidikan Militer Strategis dari AFCC Beijing

Jakarta, IDM – Sebanyak empat perwira menengah (Pamen) TNI Angkatan Udara (TNI AU) berhasil menyelesaikan pendidikan militer strategis di Air Force Command and Staff College (AFCC), Beijing, Cina.
Keempatnya adalah Mayor Lek Achmad Bayu Setiawan, Mayor Pas Fajrun Shodiq, Mayor Adm Vikky Geofaldi, serta Mayor Pnb Lucky Chandra.
Baca Juga: Inisiasi KSAD Maruli, Tiga Kali TNI AD Bersihkan Danau Besar di Indonesia
“Keikutsertaan para perwira ini mencerminkan komitmen TNI Angkatan Udara dalam membangun sinergi pertahanan global serta mewujudkan TNI AU yang AMPUH: Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis,” tulis Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dikutip dari unggahan instagram @militer.udara, Rabu (30/7).

Program yang diikuti 60 perwira dari 39 negara sahabat ini juga menjadi ajang diplomasi pertahanan serta bagian dari pengembangan sumber daya manusia angkatan udara di tingkat global.
Baca Juga: Budi Gunawan Intruksikan Kementerian-Lembaga Siaga Hadapi Potensi Tsunami Imbas Gempa Rusia
Setelah menempuh pendidikan selama 11 bulan, sejak September 2024 hingga Juli 2025, mereka mengikuti upacara penutupan pada Selasa (29/7).
Selain pendidikan militer, keempat Pati TNI AU juga berhasil meraih gelar Master of Military Science melalui program pascasarjana yang dijalani bersamaan. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































