HANKAM

Empat Komandan Lanud Tipe A Berganti, Ini Daftar Pejabat Barunya

sertijab
Upacara sertijab empat komandan Lanud Tipe A TNI Angkatan Udara. (Foto: Dok. Instagram @kodau_1)

Jakarta, IDM – Sebanyak empat pangkalan TNI Angkatan Udara (lanud) Tipe A mengalami pergantian pucuk pimpinan (komandan), yakni Lanud Atang Sendjaja, Lanud Supadio, Lanud R. Suryadi Suryadarma, dan Lanud Sulaiman.

Pergantian kepemimpinan di empat lanud tersebut ditandai dengan upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin Panglima Komando Daerah Angkatan Udara (Pangkodau) I Marsda TNI Erwin Sugiandi di Lapangan Apel Makodau I Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (16/10).

Berdasarkan keterangan Penerangan Kodau I, jabatan Komandan Lanud Atang Sendjaja (ATS), Bogor, diserahterimakan dari Marsma TNI A.F. Picaulima kepada Marsma TNI Endri Kargono. Kemudian, Marsma TNI Dedy Supriyanto didapuk sebagai Komandan Lanud Supadio, Pontianak, yang baru untuk menggantikan Marsma TNI Sidik Setiyono.

Baca Juga: Operasi Badai Kasuari, Satgas TNI Temukan Senjata Caracal dan Amunisi di Maybrat

Sementara itu, jabatan Komandan Lanud R. Suryadi Suryadarma, Subang, yang sebelumnya diemban oleh Marsma TNI M.R.Y Fahlefie kini telah resmi dipegang oleh Marsma TNI Sigit Gatot Prasetyo. Pergantian juga terjadi di Lanud Sulaiman, Bandung, di mana Marsma TNI Hendro Arief ditunjuk untuk menggantikan Marsma TNI Eko Sujatmiko.

Pangkodau I Marsda TNI Erwin Sugiandi
Pangkodau I Marsda TNI Erwin Sugiandi memimpin upacara sertijab empat komandan Lanud Tipe A TNI Angkatan Udara. (Foto: Dok. Instagram @kodau_1)

Dalam sambutannya, Pangkodau I menegaskan bahwa pangkalan TNI Angkatan Udara memiliki peran strategis sebagai ujung tombak TNI Angkatan Udara (TNI AU), khususnya dalam melaksanakan pembinaan teritorial. “Tantangan pembinaan teritorial saat ini tidak hanya menyangkut aspek pertahanan wilayah, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat,” ungkap Erwin.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Erwin meminta setiap lanud memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan berbagai elemen masyarakat. Melalui kerja sama tersebut, para komandan lanud diharapkan mampu membangun ketahanan wilayah secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Baca Juga: Hari Pertama Bertugas, KSAD Tandyo Pimpin Sertijab dan Alih Kodal Enam Korem

Pada kesempatan yang sama, Pangkodau I menyampaikan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian para perwira tinggi yang telah menjalankan tugas di masing-masing lanud. Ia juga menyambut para komandan baru yang akan melanjutkan kepemimpinan di satuan masing-masing.

“Saya juga mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung di Kodau I. Saya yakin, dengan bekal pengalaman yang dimiliki, para Danlanud yang baru akan mampu mengemban tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, serta mampu melakukan berbagai inovasi guna mendukung pelaksanaan tugas di satuan,” pungkas Erwin.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.