HANKAM

Empat Bulan di Australia, Dua Perwira TNI AL Lulus Pelatihan NEOC

Acara kelulusan perwira TNI AL
Acara kelulusan dua perwira TNI AL pascamengikuti program pelatihan di Australia, Rabu (27/11). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Dua perwira remaja TNI AL dinyatakan lulus dalam program pelatihan New Entry Officer Course (NEOC) angkatan ke-74, yang diselenggarakan oleh Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy).

Adapun kedua perwira remaja TNI AL tersebut ialah Letda Laut (P) Carmine Akbar Isyai Ruocco dan Letda Laut (P) Pranaditya Mirza Suud, yang merupakan alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-69.

Acara kelulusan ini dipimpin oleh Gubernur Jenderal Australia Samantha Joy Mostyn dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Australia Laksamana Madya Mark Hammond, di pangkalan angkatan laut HMAS Creswell, pesisir barat daya Jervis Bay, Australia. Rabu (27/11).

Baca Juga: TNI AD Gelar Latihan Penanggulangan Bahan Peledak dan Nuklir di Bandara Soetta

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I.M Wira Hady, dalam keterangannya mengungkapkan kursus yang diikuti oleh Letda Laut (P) Carmine dan Pranaditya berlangsung selama 4 bulan.

"Kegiatan kursus NEOC di Australia ini juga merupakan wujud implementasi dari program Sister Academy antara AAL dengan Royal Australian Naval (RAN) College," ungkap Wira.

Selain dua perwira dari TNI AL dan Australia sebagai penyelenggara, program pelatihan NEOC ini juga diikuti oleh para peserta dari 5 negara lainnya, yaitu Thailand, Papua Nugini, Timor Leste, Tonga, dan Kepulauan Solomon.

NEOC adalah program pelatihan yang dirancang untuk mempersiapkan individu berkarir sebagai perwira di organisasi tertentu, seperti militer atau penegakan hukum. Kursus ini memberikan pelatihan komprehensif dalam berbagai aspek kepemimpinan, manajemen, dan keterampilan khusus yang diperlukan untuk peran seorang perwira.

Baca Juga: TNI AU dan TUDB Gelar Latma Elang Brunesia X/’24, Kerahkan Super Puma hingga S70i Blackhawk

Terpisah, KSAL Laksamana Muhammad Ali menyampaikan apresiasi kepada prajurit, dalam hal ini Letda Laut (P) Carmine dan Pranaditya yang telah berprestasi dalam bidangnya.

"Diharapkan dengan prestasi yang diraih dapat memberikan motivasi kepada seluruh prajurit TNI AL lainnya agar dapat memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan," ujar Ali, dikutip dari laman TNI AL.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut, staf khusus KSAL Laksamana Muda Budi Setiawan, Atase Pertahanan (Athan) RI di Canberra Laksamana Pertama Yusliandi Ginting dan orang tua dari Letda Laut (P) Carmine dan Pranaditya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.