Eks KSAL Laksamana Marsetio Kuliti Transformasi Strategi Maritim di Depan Perwira Seskoal

Jakarta, IDM – Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI (Purn) Marsetio membedah arah baru pertahanan laut di hadapan seratus dua belas perwira siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) di Jakarta, Kamis (29/10). Di hadapan para peserta pendidikan reguler angkatan ke-66 tersebut, Marsetio mengupas tuntas urgensi pergeseran paradigma pertahanan konvensional menuju sistem yang adaptif, berbasis teknologi, dan berorientasi pencegahan konflik.
Marsetio menjelaskan, modernisasi pertahanan laut menuntut perubahan orientasi dari kekuatan fisik semata. Peta jalan transformasi itu kini bertumpu pada empat tahapan strategis yang saling menopang.
Baca Juga: TNI AL Matangkan Uji Doktrin Operasi Amfibi hingga Siber di Armada Jaya 2026
"Transformasi strategi pertahanan maritim dapat dipahami sebagai perubahan dari pendekatan yang berpusat pada kekuatan militer konvensional menuju sistem pertahanan yang lebih terintegrasi, adaptif, berbasis teknologi, dan berorientasi pada pencegahan konflik," jelas Marsetio, dikutip dari keterangan Penerangan Seskoal, Jumat (30/10).
Empat tahapan krusial tersebut mencakup pembangunan kesadaran situasional maritim untuk mengawasi pergerakan di laut, integrasi komando antarlembaga, penguatan kapasitas operasional, serta perluasan kerja sama internasional di kawasan regional.
Kuliah umum bertema "Transformasi Strategi Pertahanan Maritim Dalam Dinamika Geopolitik di Indo Pasifik" ini dibuka langsung oleh Komandan Seskoal Laksda TNI Ariantyo Condrowibowo. Ariantyo mendorong seluruh perwira siswa menyerap ilmu tersebut sebagai modal penugasan di masa depan.
Baca Juga: TNI Sergap Komandan Batalion OPM dan Wakilnya di Sebuah Rumah, Menyerah Tanpa Perlawanan
"Kepada para perwira manfaatkan kuliah umum ini dengan sungguh-sungguh dan serap ilmu serta pengalaman yang akan diberikan, agar nantinya dapat berguna saat menjalani penugasan di masa mendatang," ujar Ariantyo.
Sebagai penutup acara, Marsetio menyerahkan cinderamata berupa buku karyanya yang berjudul Sea Power Indonesia di Era Indo Pasifik kepada perwakilan perwira siswa. Penyerahan buku ini melengkapi pembekalan strategis bagi calon pemimpin matra laut tersebut.
Hankam

Rapat DPN, Menhan Sjafrie Kumpulkan Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala Staf Angkatan
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan Wakil Menteri Pertahanan RI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hingga tiga kepala staf angkatan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Mereka berkumpul dalam…
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































