Duta Besar Australia Sambangi Menhan Prabowo

Jakarta,IDM - Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia HE Penny Williams di Kantor Kementerian Pertahanan RI (Kemhan), Jakarta, (25/8).
Bersama dengan sejumlah delegasi, Penny tidak hanya membahas masalah kelanjutan hubungan kerja sama pertahanan RI-Australia, namun juga menjajaki peluang kerja sama di berbagai sektor seperti peluang investasi terkait Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).
Selain itu, Penny turut menanggapi keberhasilan pemerintah Indonesia seiring pulihnya perekonomian kedua negara dari pandemi COVID-19. Untuk itulah, pertemuan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kembali kesempatan menjalin kerja sama pendidikan dan sosial budaya lintas negara.
“Saya senang sekali bisa datang ke sini lagi bertemu pak Menhan untuk yang kedua kalinnya, walaupun masih ada kesulitan karena keadaan Covid-19. semoga baik pemerintah Indonesia dan Australia terus menjalin hubungan dan meningkatkan kemitraan strategis kedua negara sebagai bentuk hubungan diplomasi yang konkret,” ungkap Penny. (SNI/NHN)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































