Dukung Petani Pascabencana, TNI AU Angkut Hasil Pertanian di Aceh

Jakarta, IDM – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan lima pesawat angkut untuk membantu penyaluran hasil pertanian dari Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Provinsi Aceh pada beberapa waktu lalu.
Hasil pertanian tersebut merupakan komoditas yang dibeli oleh Kementerian Pertanian (Kementan) setelah menerima laporan dari pemerintah daerah terkait ketersediaan stok pascabencana di wilayah tersebut. Distribusi melalui jalur udara dipilih untuk memastikan hasil panen tetap tersalurkan ke pasar, sekaligus mencegah kerugian petani akibat terganggunya jalur distribusi darat.
Baca Juga: Sistem Senjata Armada Terpadu TNI AL Disiapkan Hadapi Ancaman Lintas Domain
Pesawat pertama yakni C-130J Super Hercules mengangkut sebanyak 15 ton cabai menuju Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Lalu, pesawat Hercules A-1339 serta dua pesawat Casa NC-212 membawa hasil pertanian dari Bandara Rembele menuju Lanud Soewondo, Medan. Sementara pesawat lainnya, yakni Hercules A-1328, diberangkatkan dari Bandara Rembele menuju Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh.
Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa total cabai yang berhasil diserap mencapai sekitar 40 ton. Sebelumnya, sebanyak 20 ton telah dikirim secara bertahap ke Jakarta. Selain ke Jakarta, distribusi cabai juga dilakukan ke Medan dan sejumlah wilayah di Aceh, disesuaikan dengan kebutuhan pasokan masing-masing daerah.
Baca Juga: Sambangi Pulau Batek, Dankodaeral VII Pastikan Pengamanan Perbatasan NTT
"Melalui dukungan mobilitas udara, TNI Angkatan Udara menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana sekaligus membantu petani agar hasil pertanian tetap terserap dan perekonomian daerah tetap terjaga," kata Dispenau melansir keterangan tertulis, Kamis (18/12). (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































