HANKAM

Dukung Pertahanan Nasional, Empat Ruas Tol Disiapkan jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur TNI AU

Pesawat tempur F-16
Pesawat tempur F-16 TNI AU yang dikerahkan dalam uji coba pendaratan dan lepas landas di ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) pada 11 Februari 2026. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM – Sebanyak empat ruas jalan tol disiapkan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk mendukung operasi pertahanan dalam kondisi darurat.

Keempat ruas tersebut meliputi Jalan Tol Banda Aceh–Sigli, Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, serta Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi.

Baca Juga: Latma Orruda 2026, Perkuat Sinergi Maritim TNI AL dan Russian Navy

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan, keempat ruas tol tersebut dirancang dengan konsep fungsi ganda (dual use), sehingga tetap beroperasi sebagai jalan tol pada kondisi normal, namun dapat dimanfaatkan sebagai landasan darurat pesawat tempur apabila diperlukan.

"Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi ganda (dual use), tidak hanya untuk mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga untuk mendukung kesiapsiagaan nasional," kata Menteri PU Dody Hanggodo, dilansir dari laman resmi Kementerian PU, Minggu (26/7).

Untuk mendukung fungsi tersebut, keempat ruas tol akan memiliki lintasan dengan panjang yang disesuaikan. Jalan Tol Banda Aceh–Sigli yang saat ini memiliki lintasan sekitar 2,8 kilometer akan diperpanjang 1 kilometer. Sementara itu, ruas Jalan Tol Japek II Selatan dari semula 2,8 kilometer akan diperpanjang menjadi sekitar 3,5 kilometer. Selanjutnya, ruas Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi disiapkan lintasan sekitar 3 hingga 3,5 kilometer.

Pesawat tempur Super Tucano
Pesawat tempur Super Tucano TNI AU yang dikerahkan dalam uji coba pendaratan dan lepas landas di ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) pada 11 Februari 2026. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

"Banda Aceh–Sigli juga sedang kita siapkan. Dalam kondisi normal ruas tersebut tetap digunakan sebagai jalan tol. Namun dalam kondisi darurat dapat dibuka dan dimanfaatkan untuk pendaratan maupun lepas landas pesawat tempur TNI AU," ujar Menteri PU.

Dody menambahkan, langkah ini menjadi wujud nyata atas komitmen dan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan pertahanan negara yang tangguh melalui penyediaan infrastruktur strategis.

Baca Juga: TNI AU Bekali Personel Kuasai Spektrum Elektromagnetik Hadapi Ancaman Modern

Sebelumnya, uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat tempur TNI AU di Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) telah dilakukan pada 11 Februari 2026. Kegiatan tersebut menjadi pendaratan pesawat tempur pertama yang dilakukan di ruas jalan tol di Indonesia.

Uji coba dilaksanakan pada segmen Gerbang Tol Lambu Kibang hingga Gerbang Tol Simpang Pematang dan berlangsung sukses dengan pendaratan dan lepas landas dua pesawat tempur TNI AU, yakni EMB-314 Super Tucano dan F-16 pada ruas KM 228 hingga KM 231.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.