HANKAM

Dukung Operasi Pencarian ATR 42-500, CN-295 TNI AU Angkut Kebutuhan Logistik Tim SAR Gabungan

Pesawat CN-295
Pesawat CN-295 yang dikerahkan TNI Angkatan Udara untuk mengangkut kebutuhan logistik tim SAR gabungan yang bertugas dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengirimkan kebutuhan logistik bagi tim SAR gabungan yang bertugas dalam operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1).

Logistik berupa ransum tersebut diangkut menggunakan pesawat angkut CN-295 yang lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.

Baca Juga: Pangkolinlamil Pimpin Sertijab dan Pengukuhan Empat Jabatan Strategis Kolinlamil

Setibanya di Makassar, ransum kemudian didistribusikan ke sejumlah titik operasi melalui jalur udara maupun darat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Pasokan logistik ini sangat diperlukan untuk menjaga kondisi fisik personel yang bekerja di tengah cuaca yang tidak menentu serta akses wilayah yang terbatas,” tulis Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran persnya dikutip Rabu (21/1).

Kebutuhan logistik
Kebutuhan logistik yang diperuntukkan bagi tim SAR gabungan operasi pencarian pesawat ATR 42-500. (Foto: Dok. Dispenau)

Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Basarnas, Polri, serta relawan hingga saat ini masih terus melakukan pencarian dan penyisiran di kawasan Pegunungan Bulusaraung untuk menemukan korban dan melakukan evakuasi.

Baca Juga: Cerita TNI AD, Lima Hari Berjibaku dan Temukan Black Box ATR 42-500

Dalam operasi tersebut, TNI AU turut mengerahkan alat sistem persenjataan utama (alutsista) lainnya, seperti helikopter H225M Caracal dan Boeing 737-200. Dalam perkembangannya, helikopter TNI AU dikerahkan untuk mempermudah mobilisasi tim SAR gabungan menuju titik lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 melalui jalur udara.

Sementara itu, pesawat Boeing 737-200 menjalankan misi pengawasan udara yang bertujuan membantu pemetaan area lokasi jatuhnya pesawat, memantau perkembangan kondisi lapangan, serta menentukan zona prioritas evakuasi di wilayah pegunungan. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.