Dukung Operasi Modifikasi Cuaca, TNI AU Kirim Empat Kontainer Dry Ice

Jakarta, IDM – Dalam upaya mendorong penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), TNI Angkatan Udara mengirim empat kontainer refrigerator untuk menyimpan dry ice dengan Pesawat A400M dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (21/10).
Komandan Lanud Halim Marsma TNI Ali Gusman menuturkan, sebanyak dua kontainer dikirim ke Palembang, Sumatra Selatan dan dua lainnya ke Banjarmasin, untuk penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
"Pagi ini kita melaksanakan dukungan untuk pelaksanaan kegiatan modifikasi cuaca di Kalimantan dan Sumatra. Dan pagi ini melakukan pengiriman pelengkapan-perlangkapan untuk mendukung kegiatan tersebut. Hari ini empat kontainer yang akan kita kirim," imbuhnya.
Baca Juga: TNI AU Kerahkan NC-212 untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan
Kontainer ini dikerahkan untuk menangani tantangan yang dihadapi di lapangan yakni material dry ice yang sangat mudah terurai ketika tidak segera digunakan. Kondisi dry ice akan lebih stabil jika disimpan di dalam kontainer refrigerator, sekaligus dapat memasok bahan utama Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) itu lebih dekat dengan wilayah sasaran.
Menurut Direktur Tim Desk Terpadu OMC BMKG Budi Harsoyo, penyemaian dry ice dilakukan karena mampu membantu mengurai kabut asap pekat akibat karhutla. Berbeda dengan penggunaan garam untuk memicu awan menghasilkan hujan, penyemaian dry ice dilakukan untuk mengurai kabut asap pekat agar sinar matahari dapat masuk. Pada akhirnya, terjadi penguapan akibat radiasi sinar matahari dan terbentuk awan.
Usai penyemaian dry ice, TNI melakukan patroli untuk melihat kondisi udara. Jika berdasarkan patroli dan data Tim Desk Terpadu OMC terlihat awan potensial, maka garam disemai guna mendorong menghasilkan hujan.
Baca Juga: Pemerintah Gencar Bangun Yonif TP, Pindad Tingkatkan Kapasitas Produksi Amunisi-Senapan
Adapun, dry ice sengaja dipasok dari Jakarta karena hanya ada beberapa pabrik yang mampu memproduksi material tersebut dalam bentuk pelet. Bentuk ini dipilih setelah evaluasi dampak yang ditimbulkan kerusakan terhadap atap rumah-rumah warga karena terkena bongkahan dry ice berukuran cukup besar.
"Sehingga semua pabrik-pabrik yang ada di sini sudah diperintahkan oleh Bapak Presiden melalui Bapak Wamenhan untuk berhenti melayani konsumen lain kecuali untuk misi ini dulu. Sebanyak 13.6 ton setiap harinya dikirim ke sini kemudian didistribusikan ke lapangan secara kontinu sampai dengan operasi ini selesai," ujar Budi.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































