Dukung Ketahanan Pangan Nasional, TNI Lantik 115 PSDP TNI Tenaga Pertanian

Jakarta, IDM – Sebanyak 115 Perwira Sukarela Dinas Pendek (PSDP) TNI Tenaga Pertanian dilantik oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) yang digelar di Mabes TNI, Jakarta, Kamis (27/3).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan, ratusan perwira remaja TNI itu dipersiapkan untuk mendukung implementasi program ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Menhan Sjafrie: Satgas PKH Bekerja Secara Terukur dan Cermat
Selama bertugas, mereka akan memberi penyuluhan tentang bagaimana cara bertani yang baik dan benar sehingga produksi pangan bisa meningkat.
"Setelah kita rekrut, kita jadikan perwira dan nantinya akan disebar ke Kotama-kotama di seluruh Indonesia sehingga bisa memberikan penyuluhan, membantu masyarakat dan petani, sehingga produksi (pangan) bisa meningkat sesuai dengan apa yang diharapkan," jelas Kapuspen TNI kepada awak media usai upacara pelantikan.

Pada dasarnya, ratusan perwira remaja TNI tenaga pertanian tersebut merupakan para sarjana di bidang pertanian yang telah memiliki bekal ilmu dan keahlian yang sesuai.
"Sekarang ini, kita fokus dalam rangka meningkatkan produksi pangan, ketahanan pangan tadi, makanya kita merekrut (dan) mengutamakan sarjana-sarjana pertanian. Kita butuh banyak masalahnya karena Indonesia ini luas, dari Sabang sampai Merauke. Jadi, kita butuh banyak sarjana-sarjana yang mempunyai latar belakang bidang pertanian," ungkap Kristomei.
Baca Juga: Ratusan Perwira TNI AL Selesaikan Pendidikan, Ada Ahli Pertanian
Selama menempuh pendidikan pertama (Dikma) yang berlangsung selama tiga bulan, ratusan perwira remaja TNI tenaga pertanian hanya diberi materi-materi dasar tentang TNI dan keprajuritan.
"Kalau materi-materi pertaniannya, dia (perwira remaja TNI) sudah punya sejak dia kuliah di universitas dulu ya. Jadi, gak perlu disampaikan lagi. Hanya materi-materi ketentaraan, kemiliteran, bagaimana doktrin TNI, bagaimana menembak, dan bagaimana materi-materi dasar tentang keprajuritan," pungkas Kristomei. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































