HANKAM

Dukung Ketahanan Pangan, KSAU Tanam Padi di Lanud Halim Perdanakusuma

Dukung Ketahanan Pangan, KSAU Tanam Padi di Lanud Halim Perdanakusuma
KSAU, Marsekal TNI Tonny Harjono menanam padi di Taman Wisata Edukasi Pertanian Lanud Halim Perdanakusuma. (Foto: IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono memastikan matra yang dipimpinnya mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu langkah yang diwujudkan TNI AU adalah menanam padi di sejumlah wilayah yang ditandai dengan penanaman secara simbolis di lahan sawah Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (20/11).

Baca Juga: TNI Target Program Ketahanan Pangan 5.000 Hektar di Jawa Timur

"Ini adalah simbolis melaksanakan penanaman padi dalam rangka angkatan udara melaksanakan ketahanan pangan," kata Tonny kepada awak media di Taman Wisata Edukasi Pertanian Lanud Halim Perdanakusuma.

"Perlu diketahui bahwa ketahanan pangan ini sudah dilaksanakan di seluruh satuan angkatan udara," sambungnya.

KSAU
(Foto: IDM/Septo Kun Wijaya)

Tonny menjelaskan padi berjenis inpari 32 akan ditanam di 6,5 hektare area persawahan Lanud Halim Perdanakusuma. Padi jenis tersebut dipilih karena dinilai memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya tahan dari hama sehingga menghasilkan beras berkualitas.

"Per hektar bisa menghasilkan 8,4 ton. Silakan bisa dihitung, panen tiga kali setahun," jelasnya.

Baca Juga: Warga Perbatasan Kalimantan Serahkan Senpi Rakitan ke TNI

Ia pun merinci hasil panen nantinya akan dibagikan kepada anggota TNI AU dan masyarakat di sekitar pangkalan udara. Tonny memastikan tidak ada tantangan berarti selama menjalan program tersebut.

Adapun inpari 32 memiliki masa tanam 120 hari. Artinya, padi tersebut bisa dipanen per empat bulan. Penanaman padi dilakukan oleh 12 petani dan sejumlah prajurit Lanud Halim Perdanakusuma. (un)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.