Dua Taruna Akmil Selesaikan Pendidikan di Royal Military College Duntroon

Jakarta, IDM – Dua taruna Akademi Militer (Akmil) yaitu Sermatutar Adhimas Radhitya dan Sermatutar Alviro Revanzha Simanjuntak berhasil lulus pendidikan Australian Regular Army Officer Commissioning Course I/24 di Royal Military College Duntroon, Canberra.
Dilansir dari keterangan Penerangan Menkorps Akmil, Jumat, (26/7) pendidikan ini diselesaikan mereka dengan waktu kurang lebih 1 tahun 6 bulan bersama dengan Taruna Akademi Militer dari negara lain yang mengikuti pendidikan ini.
Baca Juga: Kopaska Latih 10 Materi Kemampuan Aspek Laut kepada Taipur Kostrad
"Mereka menunjukkan dedikasi dan kemampuan luar biasa dalam mengikuti pendidikan ini, mereka membuktikan penguasaan yang unggul dalam berbagai aspek pelatihan dan materi yang diterima. Selain itu menunjukkan bahwa Taruna Akademi Militer mampu cepat menyesuaikan terhadap situasi dan kondisi lingkungan yang berbeda," tulis keterangan Penerangan Menkorps Akmil.
Dengan pencapaian ini, Sermatutar Adhimas Radhitya dan Sermatutar Alviro Revanzha Simanjuntak dapat membawa dampak positif bagi Akademi Militer khususnya dan TNI AD pada umumnya.
Baca Juga: KRI RE Martadinata Kawal Samudra Pasifik Bersama 40 Kapal Perang
"Prestasinya juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para Taruna Akademi Militer untuk terus meningkatkan kemampuan diri dalam Hal Pengetahuan dan Keterampilan Militer guna mendukung tugas pokok sebagai perwira dan komandan peleton maupun unit di satuan masing masing nantinya," tulis keterangan Penerangan Menkorps Akmil. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































