Dua Prajurit yang Terlibat Pembunuhan Kepala Cabang BRI Ditahan dengan Maximum Security

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memastikan dua oknum prajurit TNI AD berinisial Serka N dan Kopda F yang terlibat dalam kasus pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih Muhamad Ilham Pradipta ditahan dengan maximum security.
"Iya (maximum security) bisa komunikasikan langsung dengan Danpomdam Jaya. Di pomdam Jaya itu salah satu instalasi polisi militer yang punya fasilitas tahanan, fasilitas instalasi militer yang kualitasnya cukup bagus," kata Wahyu di Mabesad, Kamis (18/9).
Lebih lanjut Wahyu memastikan pihaknya tetap tidak mentolerir yang berkaitan dengan perampasan kemerdekaan dan atau tindakan yang mengakibatkan orang meninggal dunia.
Baca Juga: Soal Rencana Pembelian Jet Tempur J-10 Cina, Kemhan: Masih Dikaji TNI AU
"Arahan dari Pimpinan Angkatan Darat jelas, diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Karena TNI Angkatan Darat tidak pernah melindungi ataupun tidak akan pernah menutupi suatu tindakan dari prajurit yang melawan hukum, yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kegiatan ilegal dan sejenis. Itu jelas," tegas Wahyu.
Sebelumnya, Komandan Pomdam Jaya Kolonel CPM Donny Agus, Selasa, (16/9) kemarin mengatakan status kedua oknum prajurit tersebut sebelum kejadian adalah Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI) sehingga sedang dicari oleh satuannya yaitu Kopassus, tetapi belum sampai desersi.
Baca Juga: MILAT Tour 2025, Lanud Adisutjipto Pererat Hubungan dengan Atase Militer Negara Sahabat
Donny menjelaskan, tersangka F dalam kasus ini bertindak sebagai perantara. Dia yang bertugas menjembatani para aktor intelektual dengan tim yang bertugas untuk menculik korban.
Keikutsertaan F dalam kasus ini juga tidak lepas dari peran tersangka N. Dialah orang yang memberikan F pekerjaan untuk menculik paksa almarhum Ilham. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































