Dua Prajurit TNI AD Akan Jadi Wasit untuk Sepak Bola Nasional

Jakarta, IDM – Dua prajurit TNI AD dari Yonbekang 1 Kostard atas nama Kopral Dua (Kopda) Abdul Jalil dan Prajurit Kepala (Praka) Regan Pungkas akan menjadi wasit untuk sepak bola nasional. Hal ini dipastikan setelah keduanya berhasil meraih beasiswa dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mengikuti kursus wasit berlisensi nasional.
Dilansir keterangan dari Penerangan Kostard, Selasa (27/5) keduanya melewati proses seleksi awal yang ketat, bersaing dengan 59 peserta dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 35 orang yang terpilih mendapatkan beasiswa prestisius ini, termasuk dua prajurit berdedikasi tersebut.
Baca Juga: KRI Panah-626 Berhasil Diintegrasikan dengan Sistem Sewaco
Dikatakan pula dengan mengikuti kursus ini, Kopda Abdul Jalil dan Praka Regan Pungkas tidak hanya meningkatkan kemampuan dalam memimpin pertandingan sepak bola, tetapi juga menunjukkan potensi besar yang dimiliki prajurit TNI di luar tugas militer.
Beasiswa dari PSSI ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan potensi keduanya dalam bidang kepemimpinan olahraga, khususnya perwasitan sepak bola. Ke depan, mereka diharapkan mampu menjadi contoh inspiratif bagi prajurit lainnya untuk terus mengembangkan diri dan meraih prestasi, baik di dalam maupun di luar lingkungan militer.
Baca Juga: Pastikan Kesiapan Peserta Latihan, Menhan Sjafrie Tinjau Depo Pendidikan Kejuruan Rindam V/Brawijaya
Prestasi ini juga diharapkan dapat turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas perwasitan di Indonesia, sehingga pertandingan sepak bola nasional dapat berjalan lebih profesional dan sportif.
Keberhasilan keduanya menambah panjang daftar wasit dari prajurit TNI, sebelumnya ada anggota Korps Marinir TNI AL berpangkat Kopka, bernama Cahya Sugandi. Kemudian prajurit TNI AU, Serda Agus Fauzan Arifin dan prajurit TNI AD Praka Tri Rachmad Jatmiko. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































