Dua Pesawat TNI AU C-130 Hercules, Terbangkan Nakes Bantu Pasien COVID-19 Jakarta

Jakarta, IDM - Dua pesawat TNI Angkatan Udara jenis C-130 Hercules menerbangkan 176 tenaga medis dari siswa Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier TNI (Dikmapa PK TNI) dan Susgakes, serta 10 personel pendamping, Senin (28/6/2021).
Dua pesawat C-130 Hercules ini berasal dari Skadron Udara 31, Lanud Halim Perdanakusuma dan Skadron Udara 32 Lanud Abd. Saleh, Malang.

Keberangkatan tenaga medis ke Jakarta ini diawali dengan pelaksanaan Apel Keberangkatan di Baseops Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta yang dipimpin oleh Danpusdikma Kodiklat TNI, Brigjen TNI Haryanto Syahputra.

Pelepasan ini turut dihadiri oleh Danlanud Adi Sutjipto, Marsma TNI M. Yani Amirullah beserta pejabat jajarannya.
Setelah Apel Keberangkatan, seluruh tenaga kesehatan dari siswa Dikmapa PK TNI dan Susgakes beserta 10 pendamping ini diterbangkan dari Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta menuju Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Keberangkatan tenaga medis ini dalam rangka membantu penanganan pasien COVID-19 yang saat ini sedang menjalani perawatan di sejumlah tempat di wilayah DKI Jakarta. (wan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































