Dua Perwira TNI AL Terima Humanity Awards 2022 di Thailand

Jakarta, IDM - Kedua perwira menengah TNI AL memperoleh penghargaan di bidang kemanusiaan, mewakili Indonesia di Thailand, Selasa (20/12) lalu.
Dikutip dari laman TNI AL, kedua perwira itu adalah Letkol (Mar) Arief Rahman Hakim dan Letkol Laut (P) Ario Sasongko. Mereka mendapatkan penghargaan tersebut pada Humanity Awards 2022 di Royal Thai Air Force (Angkatan Udara Kerajaan Thailand).
Penghargaan tersebut diberikan kepada Arief karena telah melakukan kegiatan kemanusiaan saat tergabung dalam misi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan membantu masyarakat di Nepal dan saat di Democratic Republic Congo (DRC) Afrika.
Sedangkan Ario Sasongko mendapat penghargaan karena melakukan misi kemanusiaan dengan mengajar secara sukarela di panti asuhan dan pesantren di daerah Jawa Barat, tanpa membedakan agama, suku dan ras. Ia juga aktif mengajarkan pengetahuan mengenai United Nations Civil-Military Coordination (UN CIMIC).
Pemberian penghargaan Humanity Awards 2022 ini diikuti oleh penerima penghargaan dari 14 negara lainnya, yaitu Amerika Serikat (AS), Rusia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Kamboja, Nepal, Inggris, Jerman, India, Bangladesh, Pakistan, Argentina, dan Indonesia. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































