HANKAM

Dua Personel TNI AU Rampungkan Pelatihan Loadmaster Pesawat A400M di Spanyol

Personel TNI AU
Dua personel TNI AU yang mengikuti pelatihan loadmaster di Spanyol jelang hadirnya pesawat A400M di Indonesia. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Kapten Tek Muhammad Abduh dan Serka Kristanto merupakan dua personel TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang berhasil merampungkan pelatihan loadmaster di Airbus Military and Airspace International Training Center (AMSL), Sevilla, Spanyol.

Keduanya mengikuti pelatihan selama 46 hari dan berakhir pada 10 Oktober 2025. Dengan rampungnya pelatihan tersebut, TNI AU semakin memantapkan persiapan para personel, baik dari sisi profesionalisme maupun kemampuan teknis, untuk mendukung pengoperasian pesawat A400M secara optimal.

Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran persnya yang dikutip Selasa (14/10) menjelaskan, kedua personel dilatih untuk memahami serta mengoperasikan sistem pemuatan kargo pesawat angkut berat tersebut.

Baca Juga: Jelang HUT ke-78, Korpasgat Gelar Donor Darah di 14 Wilayah Indonesia

Secara umum, terdapat tiga bagian dalam pelatihan. Pertama, Computer Based Training (CBT) yang memberikan pemahaman dasar tentang sistem umum pesawat A400M dan peran loadmaster.

“Kedua, Loadmaster Work Station (LMWS) yang melatih peserta dalam penyusunan Cargo Loading Plan (CLP) melalui Loadmaster Emulator dan LMWS Room,” tulis Dispenau.

Personel TNI AU
Personel TNI AU saat mengikuti pelatihan loadmaster di Airbus Military and Airspace International Training Center (AMSL), Sevilla, Spanyol. (Foto: Dok. Dispenau)

Ketiga, Cargo Hold Training (CHT) yang memberikan pengalaman langsung dalam proses loading dan unloading di ruang kargo pesawat.

TNI AU juga diketahui telah mengirim empat penerbang untuk mengikuti pelatihan pengoperasian pesawat A400M di International Training Centre milik Airbus di Sevilla, Spanyol.

Baca Juga: Mutasi TNI: Pangdam Hasanuddin Berganti, Jabatan Sesmilpres Terisi

Keempat penerbang itu adalah Mayor Pnb Putut Satriya, Mayor Pnb Riki Sihaloho, Kapten Pnb Fathir Muhammad Hadiid, dan Kapten Pnb Indra Kusuma N. Mereka menjalani Type Rating Course yang berlangsung dari 16 Juli hingga 25 Oktober 2025.

Pesawat A400M dijadwalkan tiba di Indonesia pada November 2025. Pada kesempatan berbeda, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengungkap bahwa pesawat angkut strategis itu bakal ditempatkan di Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Sementara, kita alokasikan (pesawat A400M) di Lanud Halim Perdanakusuma, di bawah Skadron Udara 31, karena memang tugas dari Skadron Udara 31 adalah angkut berat,” jelas Tonny dalam keterangan persnya setelah membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU yang digelar di Mabesau, Cilangkap, Jakarta pada 3 Februari 2025. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.