HANKAM

Dua Penerbang Skadron Udara 21 Berhasil Terbang Solo dengan EMB-314 Super Tucano

Fahmi Reyhansyah dan M. Farhan Ramadhan
Dua penerbang Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh yang berhasil terbang solo dengan pesawat tempur EMB-314 Super Tucano. (Foto: Dok. Instagram @lanudabdsaleh)

Jakarta, IDM – Dua penerbang Skadron Udara 21 mencatat tonggak awal karier profesional sebagai penerbang tempur setelah berhasil melaksanakan terbang solo menggunakan pesawat tempur EMB-314 Super Tucano.

Kedua penerbang tersebut adalah Letda Pnb Fahmi Reyhansyah dan Letda Pnb M. Farhan Ramadhan. Terbang solo yang mereka jalani merupakan salah satu tahapan penting dalam pendidikan dan pembinaan kemampuan penerbang tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Baca Juga: Sabet Medali SEA Games 2025, Enam Prajurit TNI AU Dapat Kesempatan Mengikuti Sekolah Perwira

Keberhasilan terbang solo itu memperoleh apresiasi dari Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastrangeara. Ia menilai, capaian tersebut sebagai fase awal yang sangat penting dalam perjalanan karier sebagai penerbang tempur profesional.

Marsma TNI Reza R.R. Sastrangeara
Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastrangeara melakukan tradisi penyiraman air kembang kepada dua penerbang Skadron Udara 21 yang berhasil terbang solo dengan EMB-314 Super Tucano. (Foto: Dok. Instagram @lanudabdsaleh)

“Saya berpesan agar pencapaian ini tidak menjadikan saudara cepat berpuas diri. Teruslah belajar, berlatih, dan mengembangkan kemampuan profesionalisme sebagai penerbang tempur yang andal,” ungkap Marsma TNI Reza dikutip dari unggahan instagram @lanudabdsaleh, Jumat (16/1).

Baca Juga: Diplomasi Resilien: Menjawab Dunia yang Retak

Ia juga mengingatkan kedua penerbang muda tersebut untuk senantiasa menanamkan disiplin, loyalitas, serta semangat juang yang tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas sebagai wujud kesiapan prajurit udara dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.