Dua Penerbang Helikopter AS565 MBe Panther Berlatih Navigasi dari Surabaya-Semarang

Jakarta, IDM – Dua penerbang helikopter AS565 MBe Panther berlatih navigasi dengan menempuh rute dari Pangkalan Udara TNI AL Juanda, Sidoarjo, menuju Pangkalan Udara TNI AD Ahmad Yani, Semarang, Rabu (4/6).
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Puspenerbal Kolonel Laut (KH) Rohman Arif, mengatakan latihan navigasi jarak sedang ini diikuti oleh Letda Laut (P) Ocza dan Letda Laut (P) Savid, dengan instruktur dari perwira operasi Skuadron Udara 100 Wing Udara 2 Puspenerbal Kapten Laut (P) Rayen.
"Latihan navigasi ini bagian penting dari program peningkatan kualifikasi penerbang, khususnya bagi siswa konversi," kata Rohman dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/6).
Baca Juga: KRI Bima Suci Direncanakan Berlayar ke Asia Tenggara Agustus 2025
Sementara itu, Komandan Skuadron Udara 100 Wing Udara 2, Mayor Laut (P) Kuswoyo menekankan latihan navigasi ini penting diikuti sebagai bentuk mengasah kemampuan navigasi para penerbang muda.
"Latihan navigasi jarak sedang ini cukup krusial untuk meningkatkan kualifikasi dan profesionalisme para penerbang kami. Dengan kemampuan navigasi yang andal, mereka akan lebih siap menghadapi berbagai misi operasional, baik itu patroli maritim, SAR, maupun dukungan operasi lainnya," ujar Kuswoyo.
Senada dengan Kuswoyo, Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, selaku satuan pembina, turut memberikan dukungan penuh terhadap latihan ini.
Ia mendukung setiap upaya peningkatan profesionalisme penerbang. Menurutnya, latihan navigasi ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kesiapan mental para awak udara.
Baca Juga: Kemhan RI Akan Manfaatkan Landasan Pacu di Morotai untuk Latihan Bersama
"Ini adalah investasi jangka panjang untuk memastikan Puspenerbal memiliki penerbang-penerbang terbaik yang siap mengemban setiap tugas negara," kata Adam.
Adam juga berharap, latihan serupa dapat terus digalakkan secara berkala untuk menjaga dan meningkatkan standar kualifikasi penerbang TNI AL.
"Latihan ini menunjukkan komitmen Puspenerbal dalam mencetak penerbang-penerbang yang profesional dan handal, demi menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia," pungkasnya. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































