Dua KRI Koarmada II Laksanakan Latma Joint Minex Pandu-22 di Singapura

Jakarta, IDM - Kaskoarmada II Laksamana Pertama TNI Andi Abdul Aziz, melepas KRI Pulau Rengat-711 dan KRI Pulau Rupat-712 untuk melaksanakan Latma Joint Minex Pandu-22 di Singapura. Pelepasan dilakukan di dermaga Madura Koarmada II Ujung Surabaya, Minggu (31/7).
Dalam pengarahannya, Andi menyampaikan, para prajurit KRI Pulau Rengat-711 dan KRI Pulau Rupat-712 agar mematuhi peraturan yang berlaku selama berada di negara pelaksana Latma Joint Minex Pandu-22.

"Selama latihan tunjukan kinerja, profesionalitas dan kedisiplinan sebagai prajurit TNI AL, hal ini akan menjadi penilaian oleh negara penyelenggara," kata Andi dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Senin (1/8).
Selain menunjukkan kedisiplinan, Andi juga menekankan agar para prajurit mengedepankan keamanan personel dan material sehingga selama latihan hingga kembali ke pangkalan dalam keadaan aman.

Latma Joint Minex Pandu-22 adalah latihan bilateral antara Indonesia–Singapura yang akan dilaksanakan hingga 26 Agustus 2022. Masing-masing negara melibatkan dua kapal perang. Tujuan latihan adalah untuk meningkatkan profesionalisme kedua angkatan laut serta menjalin hubungan kerjasama dan diplomasi antara kedua angkatan laut Indonesia dan Singapura. (at)
Hankam

TNI AL Sikat Penyelundupan Rp26 Miliar: 36 Ton Konsentrat Emas dan Kayu Ilegal Digagalkan
TNI Angkatan Laut mengamankan 36 ton konsentrat emas tanpa dokumen sah dan 23 kontainer kayu merbau ilegal dengan total nilai barang bukti mencapai Rp26,4 miliar dalam operasi di Jawa Timur.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































