Dua Komandan KRI Satban Koarmada II Berganti, Diingatkan soal Tugas yang Makin Kompleks

Jakarta, IDM – Dua komandan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran satuan kapal bantu (satban) wilayah Komando Armada (Koarmada) II berganti.
Dua KRI yang mengalami pergantian komandan adalah KRI Karang Pilang-981 dan KRI Arung Samudera. Serah terima jabatan dua komandan KRI itu dipimpin Komandan Satuan Kapal Bantu (Dansatban) Koarmada II Kolonel Laut (P) Erwin Herdianto di Dermaga F Koarmada II Ujung Surabaya, Kamis (10/7).
Baca Juga: Koarmada III Bahas Revisi Doktrin Amfibi, akan Kembangkan Konsep Manuver Baru
Jabatan komandan KRI Karang Pilang-981 diserahterimakan dari Mayor Laut (P) Syaifuddin Riady kepada penggantinya Kapten Laut (P) Rendra Lucky Septiawan.
Sementara itu, jabatan komandan KRI Arung Samudera diserahterimakan dari Mayor Laut (P) Faizal Ashab kepada penggantinya Kapten Laut (P) Wowo Sujarwo.
“Serah terima jabatan komandan KRI merupakan wujud kepercayaan dan penghormatan dari pemimpin TNI AL. Selain itu, sebagai implementasi dari pembinaan personel yang menjadi bagian dalam menselaraskan antara tour of duty dan tour of area, yang diharapkan mampu memberikan tambahan pengalaman bagi personel,” kata Erwin Herdianto dalam keterangannya, dikutip dari tni.mil.id, Jumat (11/7).
Baca Juga: Prajurit Pasmar 1 Selesai Bertugas Amankan Pulau-Pulau Terluar Barat Indonesia
Lebih lanjut, Erwin menyampaikan bahwa tugas bagi komandan KRI di satuan kapal bantu Koarmada II cukup berat dan semakin kompleks pada masa mendatang, sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis.
"Untuk itu setiap komandan KRI memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membina kesiapsiagaan dan kemampuan alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta personel profesional yang memiliki kejuangan tinggi,” kata Erwin. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































