HANKAM

Dua Kapal Selam Andalan TNI AL Punya Komandan Baru, Siapa Saja?

Serah terima jabatan
Serah terima jabatan komandan kapal selam KRI Nagapasa-403 dan Alugoro-405 di Surabaya, Senin (6/4). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Rotasi kepemimpinan kembali bergulir di jajaran satuan elite TNI AL. Dua kapal selam andalan bernaung di bawah Komando Armada (Koarmada) II, yakni KRI Nagapasa-403 dan KRI Alugoro-405, resmi berganti nakhoda.

Upacara serah terima jabatan (sertijab) ini dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmada II Kolonel Laut (P) Moh. Akbar, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (6/4).

Dalam prosesi tersebut, jabatan Komandan KRI Alugoro-405 berpindah tangan dari Letkol Laut (P) Asrul Arasad kepada Letkol Laut (P) Ardi Pradana.

Baca Juga: TNI AD Buka Suara Terkait Insiden Bentrok dengan Warga di Lenteng Agung

Sementara itu, posisi yang ditinggalkan Letkol Ardi Pradana sebagai Komandan KRI Nagapasa-403, kini resmi diamanahkan kepada Letkol Laut (P) Fahmi Chandra Laksana.

Akbar menjelaskan, pergantian posisi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dari penyegaran organisasi dan pembinaan personel.

"Serah terima jabatan ini adalah bagian dari dinamika organisasi untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan di lingkungan TNI AL, khususnya di satuan kapal selam. Kita butuh regenerasi agar muncul semangat baru," ucap Akbar, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Selasa (7/4).

Baca Juga: TNI AD Berjibaku Bangun Jembatan Beton di Sumatra

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi bagi para awak kapal selam. "Tantangan tugas ke depan semakin kompleks. Prajurit harus terus meningkatkan profesionalisme lewat pelatihan dan penguasaan teknologi mutakhir demi menjaga kehormatan serta kedaulatan negara," tambahnya.

Mengenal KRI Nagapasa-403 dan Alugoro-405

Sebagai bagian dari kapal selam kelas Improved Chang Bogo, kedua unsur ini memiliki spesifikasi teknis yang serupa namun dengan nilai historis yang berbeda bagi TNI AL.

Baca Juga: Kerja Kilat, Yonzikon 12/ KJ Rampungkan 4 Titik Jembatan dalam Seminggu

KRI Nagapasa-403 merupakan kapal pertama di kelasnya yang dibangun di Korea Selatan oleh Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Memiliki panjang 61,3 meter, kapal ini dibekali dengan sistem manajemen tempur terbaru yang memungkinkan deteksi target secara akurat di kedalaman laut. Untuk urusan persenjataan, Nagapasa dilengkapi delapan tabung peluncur torpedo kaliber 533 milimeter dan memiliki kemampuan meluncurkan peluru kendali anti-kapal permukaan sebagai senjata utama dalam menjaga wilayah perairan.

Sementara itu, KRI Alugoro-405 hadir sebagai kapal ketiga yang mencatatkan sejarah penting bagi industri pertahanan nasional. Alugoro adalah kapal selam pertama yang berhasil dirakit secara lokal oleh PT PAL Indonesia di Surabaya melalui skema transfer teknologi dengan pihak Korea Selatan. Secara performa, kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 21 knot saat berada di bawah air dan dapat beroperasi selama 50 hari berturut-turut. Fokus utama pada desain Alugoro adalah tingkat kebisingan yang rendah (low noise), sebuah fitur krusial agar keberadaannya sulit diendus oleh sonar lawan saat menjalankan misi senyap. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.