HANKAM

Dua Kapal Perang TNI AL Latihan Komunikasi Isyarat Bendera hingga Manuver di Laut Jawa

KRI Tarakan-905
KRI Tarakan-905 berlayar di perairan Laut Jawa saat menggelar latihan tingkat L-3 bersama KRI Teluk Banten-516, Kamis (22/10). (Foto: Dok. Koarmada II)

Jakarta, IDM – Dua kapal perang Republik Indonesia dari jajaran Komando Armada (Koarmada) II menggelar latihan bersama di Laut Jawa, Kamis (22/10). KRI Tarakan-905 and KRI Teluk Banten-516 mempertajam kemampuan tempur untuk menguji kesiapsiagaan di medan operasi.

Prajurit TNI AL mengeksekusi sejumlah serial latihan di tengah laut, seperti mempraktikkan komunikasi menggunakan isyarat bendera dan cahaya, mengisi perbekalan di laut, serta mengeksekusi manuver kapal secara terkoordinasi.

Baca Juga: Satgas Rajawali Tembak Mati Dua Anggota OPM saat Patroli, Pangkoops TNI Habema Sayangkan Ada Korban Jiwa

Latihan tingkat L-3 ini menjadi sarana penting bagi prajurit dalam meningkatkan profesionalisme untuk menghadapi dinamika pengamanan wilayah perairan. Dua kapal perang tersebut saat ini tengah menjalani tugas Bawah Kendali Operasi di bawah Gugus Keamanan Laut Komando Armada III.

Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya menegaskan, pelibatan unsur kapal perang ini merupakan wujud komitmen nyata dalam membangun kekuatan maritim yang tangguh dan responsif.

Baca Juga: Kasus BBM Ilegal, TNI AL dan Kementerian ESDM Tahan Kapal SPOB Nurfaiza 03 di Semarang

"Latihan ini untuk meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, dan kemampuan operasional prajurit serta unsur KRI agar senantiasa menghadirkan kekuatan laut yang tangguh, responsif, dan siap bersinergi dalam mendukung tugas TNI Angkatan Laut guna menjaga keamanan serta kedaulatan NKRI," ujar Alit dalam keterangannya, dikutip Sabtu (24/10).

Melalui latihan intensif ini, TNI AL memastikan seluruh alutsista dan personel selalu berada dalam tingkat kesiapan tertinggi untuk mengawal kedaulatan wilayah perairan Indonesia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.