Dua Kapal Perang TNI AL Gelar Latihan di Laut Jawa

Jakarta, IDM - Dua kapal perang dari unsur Komando Armada (Koarmada) II, yakni KRI Fatahillah-361 dan KRI Multatuli-561, menggelar latihan bersama di Laut Jawa, Rabu (1/2).
Dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Kamis (2/2), kedua KRI masing-masing berada di bawah Komando Operasi (BKO) Gugus Tempur Laut (Guspurla), dan BKO Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada II.

KRI Fatahillah-361 dan KRI Multatuli-561 tersebut berlatih dalam rangka meningkatkan kesiapan dan kesigapan prajurit kapal perang angkatan laut, sebelum menuju daerah operasi.
Latihan yang dilaksanakan meliputi leaving harbor, navcomex 204 flaghoist, semaphore, tactical manuver, dan damage control exercise dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan material atau zero accident.

Baca: Asah Kapabilitas Awak Pesawat, Lanud Iswahjudi Gelar Latihan Survival Dasar
Pelaksanaan latihan tersebut sejalan dengan perintah Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI TSNB Hutabarat, yakni unsur-unsur KRI di daerah operasi melaksanakan latihan bersama untuk memelihara dan meningkatkan profesionalisme prajurit. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































