Dua Kapal Perang Cina Singgah 4 Hari di Surabaya, Ada Apa?

Jakarta, IDM – Dua kapal perang Angkatan Laut Cina, Qi Ji Guang-83 dan Kunlun Shan-998, merapat di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (2/8). Kedatangan armada militer Negeri Tirai Bambu ini disambut jajaran prajurit Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V untuk melakoni misi diplomasi maritim.
Kapal latih Qi Ji Guang-83 pimpinan Kapten Wang Guopinh sandar lebih dulu pada pukul 10.00 WIB dengan panduan kapal tunda setempat. Setengah jam kemudian, kapal dok transpor amfibi (amphibious transport dock) Kunlun Shan-998 komando Kapten Yang Yi menyusul rapat di dermaga.
Baca Juga: TNI Kirim 2 Ton Logistik ke Puncak Jaya, Tempuh 12 Hari Perjalanan
Kedua kapal perang tersebut menjadwalkan persinggahan di Jawa Timur selama empat hari hingga Kamis (6/8).
Komandan Kodaeral V Laksda Ali Triswanto menegaskan interaksi militer lintas negara ini bertujuan memperkuat kerja sama pertahanan sekaligus menjaga stabilitas perairan regional.
"Diplomasi angkatan laut ini tidak hanya mempererat kerja sama antarinstitusi, tetapi juga membangun persahabatan yang tulus di antara para prajurit kedua negara," ujar Ali, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral V, Senin (3/8).
Ali menilai hubungan baik ini menjadi modal utama bagi kedua militer dalam mengamalkan profesionalisme di laut lepas.
"Semangat saling menghormati dan profesionalisme ini menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan maritim di masa depan demi terciptanya kawasan yang aman, damai, dan sejahtera," tegas Ali.
Baca Juga: Indonesia-Malaysia Kembali Gelar Latma Kekar Malindo, Sudah Dimulai Sejak 1977
Kedua kapal perang tersebut membawa kekuatan personel dalam jumlah besar. Kapal amfibi raksasa Kunlun Shan-998 berbobot 25.000 ton memboyong 172 awak kapal, 250 kadet, serta 25 instruktur. Sementara kapal latih Qi Ji Guang-83 berbobot 9.000 ton mengangkut 110 personel bersama 300 kadet dan 45 instruktur.
Selama empat hari di Surabaya, para kadet dan perwira Angkatan Laut Cina bakal melakoni sejumlah agenda diplomasi dan latihan bersama prajurit TNI AL sebelum bertolak kembali ke negaranya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































