Dua Kali Terbang, Pesawat TNI AL Angkut Ribuan Kilogram Bantuan ke Takengon Aceh

Jakarta, IDM – Jalur udara kembali jadi andalan TNI AL dalam misi kemanusiaan. Pada Kamis (25/12), sebuah pesawat TNI AL terbang dua kali mengangkut ribuan kilogram bantuan logistik menuju Takengon, Aceh Tengah, untuk membantu warga terdampak bencana alam.
Pesawat yang digunakan adalah NC 212-200 Aviocar bernomor U-6211. Pesawat ini mendarat di Bandara Rembele, Takengon, membawa bantuan yang dikirim secara bertahap melalui dua penerbangan.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, menjelaskan pada penerbangan pertama, pesawat mengangkut sekitar 1.000 kilogram bantuan yang berisi selimut, sembako, pakaian, dan mie instan.
Baca Juga: Marinir Kembali Turun Tangan, Latih Karakter Siswa Jabar lewat Pendidikan Gapura Waluya
Tak berhenti di situ, penerbangan kedua kembali dilakukan dengan membawa tambahan logistik sekitar 1.472 kilogram berupa air mineral, susu, pampers, sembako, selimut, kasur, dan pakaian.
“Seluruh bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana sebagai bentuk kehadiran negara melalui TNI AL di tengah situasi darurat yang dihadapi warga,” ujar Tunggul dalam keterangannya, dikutip Jumat (26/12).

Pilot Pesawat U-6211, Mayor Laut (P) Musmuliadi, memastikan seluruh rangkaian penerbangan berjalan tanpa kendala.
“Pelaksanaan misi berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan rencana,” kata Musmuliadi.
Baca Juga: Marinir Dirikan Dapur Lapangan untuk Kebutuhan Makan Warga Terisolir di Agam Sumbar
Komitmen TNI AL dalam mendukung penanganan bencana di Aceh ini sejatinya telah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya. Pada Selasa (23/12), pesawat yang sama juga melaksanakan distribusi logistik udara ke dua wilayah terdampak, yakni Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe dan Bandara Rembele, Takengon.
Dalam misi tersebut, pada penerbangan pertama pesawat mendarat di Bandara Malikussaleh dengan membawa bantuan sekitar 1.080 kilogram berupa tenda, selimut, alat pembersih, serta bahan kebutuhan pokok.
Selanjutnya, pesawat melanjutkan penerbangan ke Bandara Rembele dengan membawa tambahan logistik berupa beras seberat sekitar 1.300 kilogram. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































