Dua Jenis Senjata Jet Tempur Rafale Diperkenalkan, Berikut Spesifikasinya

Jakarta, IDM – Dua jenis senjata untuk jet tempur Rafale TNI Angkatan Udara pertama kali diperkenalkan ke publik.
Senjata-senjata tersebut ditampilkan saat Presiden RI Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) kepada Markas Besar TNI dan TNI Angkatan Udara dalam seremoni di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5).
Senjata Rafale yang ditampilkan berupa enam smart weapon hammer atau bom pintar AASM Hammer produksi Safran Group asal Prancis.
Mengutip dari laman Safran Group, AASM Hammer merupakan bom pintar air-to-surface atau dari udara ke permukaan dengan jangkauan lebih kurang 70 kilometer.
Baca Juga: Terima Rafale hingga Radar, Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Daya Gentar Indonesia
Rafale bisa membawa sampai tiga AASM Hammer dalam satu misi penerbangan.
“Senjata ini dapat diluncurkan dari ketinggian rendah dan di atas medan yang kasar,” tulis keterangan Safran Group.
Selanjutnya, satu unit missile meteor atau peluru kendali (rudal) meteor turut diperkenalkan sebagai senjata andalan pesawat tempur generasi 4.5 tersebut.
Rudal meteor merupakan rudal air to air atau dari udara ke udara yang diproduksi MBDA, grup multinasional Eropa. Rudal ini dipasang untuk pertempuran di udara.
Baca Juga: Momen KRI I Gusti Ngurah Rai Manuver Taktis Bareng Fregat Belanda HNLMS De Ruyter
Sejauh ini, negara-negara yang sudah menggunakan rudal meteor antara lain Inggris, Jerman, Italia, Prancis, Swedia, dan Spanyol.
Mengutip laman MBDA, rudal meteor kompatibel dipasang di pesawat tempur seperti Eurofighter Typhoon, Rafale, dan Gripen. Rudal ini juga sedang diintegrasikan ke jet tempur F-35 varian A/B dan KF-21.
Rudal meteor memiliki panjang 3,7 meter, diameter 178 milimeter, dan berbobot 190 kilogram. Rudal ini memiliki jangkauan 100 hingga 200 kilometer. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































