Dua Jenderal TNI Beri Bekal untuk 450 Prajurit yang Akan Berangkat ke Papua

Jakarta, IDM – Dua Jenderal dari TNI AD yaitu Asops KSAD Mayjen TNI Dian Sundiana dan Kasum TNI Letjen TNI Bambang Ismawan memberikan bekal berupa pengarahan untuk 450 prajurit Satgas Pamtas Yonif 141/AYJP yang akan melaksanakan tugas ke wilayah Papua.
Dalam pengarahannya Asops KSAD menekankan agar personel satgas selalu disiplin, baik tempur, perorangan dan juga dalam tim.
"Selalu waspada di setiap tempat dan semua tempat baru, karena semua wilayah penugasan memiliki ancaman yang selalu menunggu kelengahan, ikuti Protap yang berlaku di penugasan dan jadikan Protap tersebut sebagai pedoman kegiatan sehari-hari," kata Dian dalam keterangannya dikutip, Rabu, (24/7).
Baca Juga: KRI Diponegoro Menembakkan 15 Amunisi Meriam di Laut Mediterania Lebanon
Lebih lanjut dikatakannya, bahwa pada setiap kegiatan agar selalu melaksanakan pengamanan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku serta meningkatkan kewaspadaan saat pengamanan termasuk meningkatkan ibadah dalam setiap kegiatan.
"Siapkan alat dan perlengkapan (Alkap) serta pastikan Alkap tersebut berfungsi dengan baik untuk menunjang kegiatan selama penugasan," katanya.
Baca Juga: BSSN Gandeng Swasta Beri Pelatihan Kemanan Siber Kepada 500 Prajurit TNI AU
Sementara itu Kasum TNI menekankan pada tugas para Danpos dan anggota pos agar berperan aktif dalam menyatukan pendapat, sehingga terjalin kekompakan di pos dan tidak terjadi pertentangan
"Kenali daerah operasi, kearifan lokal dan budaya papua, ini merupakan suatu kehormatan bagi prajurit Yonif 141 melaksanakan tugas operasi," kata Bambang Ismawan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































