Dua Jabatan Strategis Kopassus Dirombak, Ini Daftarnya

Jakarta, IDM – Dua jabatan strategis di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD dirombak. Perubahan ini ditandai dengan upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin oleh Danjen Kopassus, Mayjen TNI Djon Afriandi di Mabes Kopassus, Kamis (12/6).
Dilansir keterangan dari Penkopassus, Kamis (12/6) disebutkan jabatan yang dirombak yaitu Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus dan jabatan Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Danpusdiklatpassus) Kopassus.
Baca Juga: Rekrut 24.000 Ribu Tamtama, TNI AD: Prioritas untuk Kota/Kabupaten yang Tak Punya Batalyon
Dalam kesempatan itu, Djon memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para prajurit lama dan mengucapkan selamat datang kepada para prajurit baru.
Acara Sertijab turut dihadiri oleh Ir Kopassus, para Komandan Satuan, Pejabat Utama Kopassus, serta Ketua dan Pengurus Persit KCK PCBS Kopassus. Momentum ini menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan dan komitmen terhadap profesionalisme di tubuh Pasukan Khusus.
Baca Juga: Kemhan Tetapkan Lima Industri Pertahanan Dalam Negeri sebagai Komponen Pendukung
Berikut daftar lengkap jabatan strategis di Kopassus yang dirombak
- Wadanjen Kopassus dari Brigjen TNI Yudha Airlangga kepada Brigjen TNI Ferdial Lubis.
- Danpusdiklatpassus Kopassus dari Brigjen TNI Ferdial Lubis kepada Kolonel Inf Romel Jangga Wardhana. (rr)
Hankam

Grup 1 Angkut Tegaskan A400M Perkuat Kemampuan Angkut Udara TNI AU
Grup 1 Angkut menegaskan bahwa keberadaan salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbaru TNI Angkatan Udara (TNI AU) yakni A400M turut memperkuat kemampuan angkut udara dalam mendukung berbagai tugas TNI.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































