Dua Jabatan Strategis di Skomlekal Berganti, Berikut Namanya

Jakarta, IDM - Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Laut (Askomlek) KSAL Laksamana Muda TNI Dwika Tjahja Setiawan, mengukuhkan dua jabatan strategis Staf Komunikasi dan Peperangan Elektronika Angkatan Laut (Skomlekal) di Mabesal, Jumat (5/5).
Kedua jabatan strategis tersebut adalah Perwira Pembantu Utama (Paban) II Sistek yang diserahkan kepada Kolonel Laut (E) Aab Abdul Wahab, dan Paban IV Opskomnika Skomlekal kepada Kolonel Laut (P) Sunar Solehuddin.
Dalam sambutannya, Dwika menjelaskan serah terima jabatan tak hanya sebagai bagian pembinaan personel dalam hal kaderisasi pemimpin.
Baca Juga: Panglima TNI: Prajurit TNI yang Jual Senjata Api dan Munisi ke Musuh Terancam Hukuman Mati
"Namun, lebih untuk memantapkan manajemen organisasi agar lebih adaptif dan antisipatif terhadap dinamika lingkungan serta tantangan di masa mendatang," ujar Dwika dikutip dari laman TNI AL, Jumat (5/5).
Secara objektif, lanjut Dwika, harus diakui bersama upaya-upaya untuk meningkatkan kinerja organisasi Skomlekal, khususnya Paban II Sistek dalam menyelenggarakan dukungan sistem dan teknologi bidang Komlek.
Baca Juga: Pengenalan Kehidupan di Laut Siswa Lattek Wira Jala Yudha 2023
"Paban IV Opskomnika juga banyak melaksanakan kegiatan dukungan, pembinaan, pengawasan dan evaluasi terhadap kegiatan dukungan operasi komunikasi dan pernika," jelasnya.
"Sehingga keberhasilan dari kegiatan tersebut dapat mewujudkan kinerja organisasi yang semakin optimal," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































