Dua Helikopter Colibri Resmi Dialihkan TNI AL ke TNI AU

Jakarta, IDM – TNI AL resmi mengalihkan dua helikopter latih EC-120B Colibri kepada TNI AU. Serah terima yang digelar di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta, Rabu (26/11), menandai berakhirnya masa bakti Colibri sebagai alutsista latih di Puspenerbal.
Colibri bukan helikopter sembarangan di lingkungan penerbangan TNI AL. Sejak 2000 hingga 2022, helikopter mungil ini menjadi tulang punggung pendidikan penerbang di Skuadron Udara 200 Wing Udara 2 Puspenerbal, Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur..
Para calon penerbang TNI AL “Rajawali Laut” digembleng pertama kali lewat kokpit Colibri sebelum era berganti ke helikopter Bell 505 JetRanger X yang lebih modern.
Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog KSAL) Laksamana Pertama Mulyatna, mengatakan alih status helikopter Colibri ini merupakan hasil evaluasi matang atas efektivitas penggunaan aset negara.
“Kami percaya TNI AU bisa memanfaatkan helikopter ini secara optimal,” kata Mulyatna, dikutip dari laman TNI AL, Jumat (28/11).
Sementara itu, Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, turut menegaskan nilai sejarah Colibri bagi matra laut. Ia menyebut penyerahan ini menjadi bentuk sinergi antarmatra.
“Colibri adalah bagian integral sejarah pendidikan penerbang TNI AL. Kini aset yang sudah kami modernisasi dengan Bell 505, kehadiran (Colibri) dapat turut memperkuat TNI AU,” ujar Adam.
Komandan Skuadron Udara 200 Letkol Laut (P) Bani Safangat, juga mengungkapkan kebanggaannya. Ia mengatakan ratusan penerbang telah lahir dari kokpit helikopter Colibri.
Baca Juga: TNI AL Kerahkan 6 KRI, 4 Helikopter, Kopaska hingga Marinir ke Sumbar–Sumut
“Meskipun kami beralih ke Bell 505 yang berteknologi FADEC, Colibri tetap helikopter latih yang tangguh. Kami berharap helikopter ini bisa memperkuat alutsista latih TNI AU,” ujarnya.
Setelah penandatanganan berita acara serah terima, dua helikopter Colibri yang sebelumnya telah dibongkar itu disiapkan untuk pengiriman dari hanggar Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) pesawat udara di Lanudal Juanda.
Pengangkutan helikopter tersebut menggunakan dua truk tronton menuju Depo Pemeliharaan (Depohar) 90 di Kalijati, Subang, yang menaungi Skuadron Udara 7 dan Skuadron Pendidikan 105, unit yang memang mengoperasikan EC-120B Colibri. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































