Dua Batalyon Infanteri Dikirim ke Papua Jaga Perbatasan RI-PNG

Jakarta, IDM – Dua batalyon infanteri (Yonif) yaitu Yonif 131/Braja Sakti (BS) dan Yonif 512/Quratara Yudha (QY) dikirim ke Papua untuk menjaga perbatasan RI-PNG. Kedatangan mereka disambut langsung Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Rudi Puruwito diwakili oleh Kasrem 172/PWY Kolonel Inf Bobby Triyanto di Lapangan Pancasila Rindam XVII/Cenderawasih, Selasa (16/9/2024).
Dalam amanat Pangdam XVII/Cen yang dibacakan oleh Kasrem 172/PWY mengatangan kedatangan Satgas Pamtas 131/BS Dan Yonif 512/QY untuk menjaga Kedaulatan Negara, mendukung upaya pemerintah dalam percepatan pembangunan dan melindungi masyarakat di wilayah Papua.
Baca Juga: Operasi Hijau TNI AD di Danau Toba Hadirkan Inovasi Perahu Ponton dan Konveyor
"Gunakan kemampuan terbaik kalian, tetap waspada dan jangan lengah, serta jalin kerja sama dan kolaborasi dengan aparat keamanan lainnya. Perkuat Kemanunggalan TNI dengan rakyat dengan memberikan manfaat atas kehadiran kalian," kata Pangdam Cendrawasih dikutip keterangan Pendam Cendrawasih, Selasa, (17/9).

Lebih lanjut dibeberkan bahwa akhir-akhir ini, masih ditemukannya pelintas batas ilegal yang keluar masuk wilayah RI-PNG dengan membawa barang terlarang, diantaranya narkoba, senjata ilegal serta barang lainnya yang melanggar hukum dan terdapat aksi teror yang dilakukan oleh gerombolan Organisasi Papua Merdeka (OPM), baik merusak fasilitas umum, mengancam dan membunuh masyarakat dan aparat TNI-POLRI.
"Saya minta prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Braja Sakti dan Yonif 512/Quratara Yudha agar dalam bertindak mempedomani ketentuan hukum dan protap yang berlaku, serta jangan ragu dalam bertindak," kata Pangdam Cendrawasih.
Batalyon Infanteri 131/Braja Sakti adalah salah satu Batalyon infanteri dan satuan tempur di bawah komando Korem 032/Wirabraja Kodam I/BB. Markas komando batalyon saat ini berkedudukan Kelurahan Ranah Tiakar, Payakumbuh sekaligus sebagai Markas Kompi A, B, dan Kompi Bantuan.
Sementara itu, Batalyon Infanteri 512/Quratara Yudha atau terkenal dengan julukan “Semut Hitam” adalah salah satu satuan tempur Infanteri berkedudukan di Jalan Ronggolawe, Kota Malang, Jawa Timur. Yonif 512/Quratara Yudha berada di bawah kendali Brigade Infanteri Mekanis 16/Wira Yudha, sebelumnya Yonif ini berada di bawah kendali Korem 083/Baladhika Jaya, Kodam V/Brawijaya Batalyon ini didirikan pada tanggal 28 Mei 1948. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































