HANKAM

Drone Karya Pasis Seskoal Bisa Terbang 20 Km, Potensial untuk Misi Intelijen

Drone Fixed-Wing Surveillance
Komandan Seskoal Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo meninjau drone jenis fixed wing saat uji terbang di Cipulir, Jakarta, Kamis (30/10). (Foto: Dok. Pen Seskoal)

Jakarta, IDM – Sekelompok perwira siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) berhasil mengembangkan drone pengintai jarak jauh. Inovasi ini mendapat perhatian langsung dari Komandan Seskoal Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo, yang menyaksikan uji terbang drone di Cipulir, Jakarta, Kamis (30/10).

Drone Fixed-Wing Surveillance ini termasuk jenis pesawat tanpa awak dengan sayap kaku (fixed-wing), yang cara terbangnya menyerupai pesawat konvensional. Uji terbang dilakukan setelah sesi pemaparan teknis yang dipimpin Letkol Laut (KH) Toufiq Martin, perwira siswa yang memimpin tim perancang.

Baca Juga: 426 Prajurit Lulus Pendidikan Komando Kopassus

“Drone ini dirancang mampu mencapai ketinggian hingga 3.000 meter dan menempuh jarak 10 kilometer, dengan total jangkauan 20 kilometer untuk penerbangan pulang dan pergi,” jelas Toufiq dalam presentasinya, dikutip dari keterangan Pen Seskoal, Jumat (31/10).

Secara teknis, drone tersebut dilengkapi empat motor penggerak rotor 1400 KV, kamera DJI 03, sistem GPS, pengendali penerbangan, baterai 10.000 mAh, serta antena helikal 5.8 GHz. Semua komponen itu dirancang untuk mendukung misi pemantauan jarak jauh secara berkala (real-time).

Usai uji terbang, Ariantyo memberikan apresiasi atas hasil kerja para perwira siswa Seskoal. Menurutnya, rancangan drone ini punya potensi besar untuk digunakan dalam berbagai misi.

“Salah satu keunggulannya adalah kemampuan terbang lama dengan jangkauan luas. Teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk misi intelijen, pengawasan, pemetaan, hingga pemantauan wilayah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga: Pamen TNI AU Raih Predikat ‘Honor Graduate Student’ usai Rampungkan Pendidikan MPCCC di AS

Ariantyo menambahkan, pengembangan drone ini sejalan dengan semangat Seskoal untuk membentuk perwira yang tak hanya piawai berpikir strategis, tapi juga adaptif terhadap kemajuan teknologi pertahanan.

“Seskoal mendorong setiap perwira untuk berinovasi dan mandiri dalam menghadapi tantangan teknologi modern,” tegasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.