HANKAM

Drone Fiber Optik Dipamerkan di Latihan Gabungan TNI-Yordania, Puspen: Momen Penguatan Kerja Sama Teknologi Militer

Drone Fiber Optik
Drone dalam demonstrasi joint drone exercise antara TNI dengan Jordan Armed Forces. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Kecanggihan kendaraan nirawak atau drone fiber optik dipamerkan dalam demonstrasi joint drone exercise antara TNI dengan Jordan Armed Forces atau Angkatan Bersenjata Yordania di Lapangan Tembak Brigif 1 Kopasgat, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/11) lalu.

Demonstrasi latihan gabungan itu merupakan bagian dari kunjungan kehormatan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein.

Dalam demonstrasi yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II tersebut, drone fiber optik menampilkan berbagai manuver dan skenario operasi.

Baca Juga: KSAU Tegaskan Modernisasi Alutsista Harus Diiringi Kualitas Sumber Daya Manusia

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan bahwa demonstrasi drone itu menunjukkan kesiapan, profesionalisme, dan kapabilitas satuan TNI dalam menghadapi dinamika ancaman modern.

“Hal ini adalah upaya TNI untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertahanan mutakhir guna mendukung tugas pokok menjaga kedaulatan negara,” kata Freddy melalui keterangan tertulisnya, Senin (17/11).

Kapuspen TNI menambahkan, demonstrasi itu juga menjadi momentum penting bagi Indonesia dan Yordania dalam memperkuat kerja sama pertahanan.

“Khususnya di bidang teknologi militer, sistem tanpa awak, serta peningkatan interoperabilitas kedua angkatan bersenjata,” ujar Freddy.

“Kehadiran Presiden RI bersama Raja Yordania menegaskan komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama strategis bidang pertahanan dan keamanan,” kata dia.

Baca Juga: Wing Udara 3 Puspenerbal Latihan Gladi Tugas Tempur, Ada Materi Penggabungan Unsur Udara dengan KRI

Mengutip keterangan pers BPMI Setpres, drone tersebut menampilkan kecanggihan teknologi yang sedang dikembangkan kedua negara.

“Digambarkan ada penggunaan drone fiber optik untuk mencegah adanya jammer dari pihak musuh,” kata Danden Lap Paspampres Letkol (Inf) Petrus Paramayudo Prabowo.

Dalam latihan gabungan itu, total ada 50 personel dikerahkan. TNI mengerahkan 38 prajurit lintas matra, termasuk komponen cadangan. Sementara Yordania mengirimkan 12 prajurit terbaik mereka. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.